Tidak aneh dan tidak kaget mendapati kondisi sepi alias belum ada yang datang, padahal jam masuk sudah lewat banyak.
Seperti tidak ada komitmen dan rasa malu datang terlambat, bahkan untuk yang menyandang jabatan abdi negara sekalipun. Mereka tanpa rasa bersalah dan santai berjalan pelan masuk ruangan, menanyakan hal basa basi yang sudah sangat basi.
Mereka seakan menganggap biasa "menelantarkan" waktu dan melalaikan tugas begitu saja, terlambat bahkan tidak masuk sudah sangat biasa dilakukan tanpa beban. Tanpa berpikir bahwa setiap kewajibannya adalah amanah yang akan dimintai pertanggungjawabannya di dunia bahkan di akhirat kelak.
Entahlah, jengah rasanya menghadapi kondisi seperti ini. Bosan memberitahu dan mengingatkan mereka. Karena pada dasarnya mereka menganggap apa yang mereka lakukan bukan kesalahan, apalagi bukan satu dua orang tapi hampir sebagian besar melakukannya.
Apalagi sebagai pendidik yang heboh bahkan marah ketika siswanya tidak disiplin, tapi yang heboh dan yang marah malah biasa melakukan indisipliner. Malu rasanya berada di dekat mereka tapi tak bisa merubah keadaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar