Baginya, sahabat itu tak perlu banyak ungkapan
tak perlu banyak perhatian, tak umum
tapi memahami, menjaga komunikasi, menjaga perasaan, menjaga rahasia
sedikit perhatian tapi itu yang diperlukan
tau apa yang sahabatnya butuhkan
tulus bukan karena kepentingan
dan selalu mendo'akan tanpa diminta
arti itu yang coba dia ungkapkan
awalnya aku tidak mengerti, tapi perlahan aku mulai merasa
aku tidak mengerti dengan isyarat-isyarat yang dia berikan
kadang perhatian kecilnya pun aku lewatkan
tapi sikapnya, ucapannya selalu membuat aku terkesima
bentuk perhatian luar biasa yang tak pernah aku berikan untuknya
Dia pendengar yang baik untuk aku yang terlalu banyak bicara
pribadi yang bijak untuk aku yang kadang kekanakan
dan sesekali manja untuk menumbuhkan kedewasaanku
dengannya kadang aku seperti tidak punya alasan mengapa aku tersenyum dan menangis
sekarang jarak kita beratus kilometer
kangen pasti memburu tapi seperti biasa dia akan muncul dengan kejutan tak terduga
Sist,
saat kamu kembali, mimpiku sudah terwujud
dan akan kuceritakan padamu, insyaAllah ...^_*
Rabu, 26 Desember 2012
Senin, 10 Desember 2012
Bisnis Akhirat
Aku selalu terkagum-kagum dengan orang yang berwirausaha, aku biasa menyebut mereka pebisnis. Apapun bentuk usahanya. Mereka mempunyai semangat luar biasa, keberanian untuk merugi, jatuh, bangkrut, berhutang ke sana kemari demi menjalankan usahanya. Bergerak memasarkan produk ataupun jasa yang mereka tawarkan, dari mulut ke mulut, lewat media on line, sebar brosur, pasang iklan dan lain sebagainya tanpa ragu dan mengesampingkan rasa malu. Memiliki energi banyak, aku pikir cadangan energi mereka bisa untuk bergerak kapanpun, dimanapun, dan dalam kondisi apapun.
Mereka mengenal lebih banyak orang, bertemu banyak orang dengan berbagai karakter.
Sempat terpikir untuk mengikuti jejak langkah mereka dan aku bersama dua orang temanku pernah mencoba untuk memulai. Waktu itu pernah diajak teman untuk membuka tempat private bimbingan belajar. Tidak tanggung-tanggung, kami tentukan nama lembaga private, menentukan basecamp, no kontak yang bisa dihubungi, salah satu teman kami sudah menyisihkan sebagian uangnya sebagai modal awal dan kami sudah menyebar brosur. Aku yang notabene paling tidak punya nyali untuk menawarkan sesuatu, mencoba untuk menemui ibu-ibu di suatu sekolah untuk menawarkan jasa kami. Sudah ada yang berminat, begitu kurang lebih kata temanku. Tapi karena kesibukan kami bertiga dan yang pasti ketidakseriusan kami untuk menjalankannya akhirnya pelanggan pertama pun kami tolak. Kami putuskan untuk tidak melanjutkan.
Pada dasarnya aku memang tidak berbakat, mungkin. Tidak punya jiwa berdagang, sifat pesimistis yang menempel, dan tidak mau pusing. Makanya, untuk menjadi seorang wiraswasta sangatlah berat. Tapi akhirnya aku ambil keputusan, aku menjadi seorang pebisnis. Bisnis yang aku jalankan adalah Bisnis Akhirat.
Dijalankan di dunia dengan pengorbanan dan lain sebagainya, tapi merasakan keuntungannya kelak di akhirat.
Apa saja bidang bisnisnya, sangat banyak yang bisa dijalankan. Aku hanya menjalankan beberapa saja.
Aku mempunyai sedikit ilmu yang aku bagi di salah satu SMA di kotaku (menjadi guru). Dengan berusaha selalu membangun keikhlasan dan pengharapan akan keridhoan Allah swt aku jalankan bisnis ini dengan lancar, semoga terus berjalan lancar.
Berkontribusi dalam amal-amal baik walaupun sedikit karena keterbatasan, tapi keinginan untuk tetap istiqomah berkontribusi serta sekali lagi sembari membangun keikhlasan semoga ini menjadi bisnis akhiratku juga. Masih banyak lagi hal-hal kecil yang aku kerjakan, yang aku niatkan sebagai bisnis akhirat.
Ada satu bidang lagi yang akan aku jalani, yaitu menjadi istri sholehah bagi suamiku kelak dan ibu terbaik bagi anak-anak ku kelak. Sudah mulai dipersiapkan dari sekarang bekalnya, tinggal dijalankan sebentar lagi.
Aku memang tidak bisa menjalankan bisnis atau menjadi pebisnis dalam artian yang sebenarnya. Tapi aku akan menjalankan bisnis akhiratku sebaik mungkin. Dengan harapan besar kelak aku akan mendapatkan keuntungan besar yaitu satu "kampung" dengan Rasulullah Muhammad saw di surga dan dapat melihat Allah swt, penciptaku, pemilik cintaku, pemilik rindu terbesarku.Aamiin......
Mereka mengenal lebih banyak orang, bertemu banyak orang dengan berbagai karakter.
Sempat terpikir untuk mengikuti jejak langkah mereka dan aku bersama dua orang temanku pernah mencoba untuk memulai. Waktu itu pernah diajak teman untuk membuka tempat private bimbingan belajar. Tidak tanggung-tanggung, kami tentukan nama lembaga private, menentukan basecamp, no kontak yang bisa dihubungi, salah satu teman kami sudah menyisihkan sebagian uangnya sebagai modal awal dan kami sudah menyebar brosur. Aku yang notabene paling tidak punya nyali untuk menawarkan sesuatu, mencoba untuk menemui ibu-ibu di suatu sekolah untuk menawarkan jasa kami. Sudah ada yang berminat, begitu kurang lebih kata temanku. Tapi karena kesibukan kami bertiga dan yang pasti ketidakseriusan kami untuk menjalankannya akhirnya pelanggan pertama pun kami tolak. Kami putuskan untuk tidak melanjutkan.
Pada dasarnya aku memang tidak berbakat, mungkin. Tidak punya jiwa berdagang, sifat pesimistis yang menempel, dan tidak mau pusing. Makanya, untuk menjadi seorang wiraswasta sangatlah berat. Tapi akhirnya aku ambil keputusan, aku menjadi seorang pebisnis. Bisnis yang aku jalankan adalah Bisnis Akhirat.
Dijalankan di dunia dengan pengorbanan dan lain sebagainya, tapi merasakan keuntungannya kelak di akhirat.
Apa saja bidang bisnisnya, sangat banyak yang bisa dijalankan. Aku hanya menjalankan beberapa saja.
Aku mempunyai sedikit ilmu yang aku bagi di salah satu SMA di kotaku (menjadi guru). Dengan berusaha selalu membangun keikhlasan dan pengharapan akan keridhoan Allah swt aku jalankan bisnis ini dengan lancar, semoga terus berjalan lancar.
Berkontribusi dalam amal-amal baik walaupun sedikit karena keterbatasan, tapi keinginan untuk tetap istiqomah berkontribusi serta sekali lagi sembari membangun keikhlasan semoga ini menjadi bisnis akhiratku juga. Masih banyak lagi hal-hal kecil yang aku kerjakan, yang aku niatkan sebagai bisnis akhirat.
Ada satu bidang lagi yang akan aku jalani, yaitu menjadi istri sholehah bagi suamiku kelak dan ibu terbaik bagi anak-anak ku kelak. Sudah mulai dipersiapkan dari sekarang bekalnya, tinggal dijalankan sebentar lagi.
Aku memang tidak bisa menjalankan bisnis atau menjadi pebisnis dalam artian yang sebenarnya. Tapi aku akan menjalankan bisnis akhiratku sebaik mungkin. Dengan harapan besar kelak aku akan mendapatkan keuntungan besar yaitu satu "kampung" dengan Rasulullah Muhammad saw di surga dan dapat melihat Allah swt, penciptaku, pemilik cintaku, pemilik rindu terbesarku.Aamiin......
Latihan Soal UAS Kimia Smtr Ganjil
Langganan:
Postingan (Atom)