Hari ini, sebagai "angkoters" sejati kesabaranku diuji. Sopir angkot pada demo dan aku bingung pulang.
Ceritanya, pulang dari sekolah aku ke tempat foto kopian. Ikut dengan temanku yang juga mau ke tempat yang sama. Urusan kopi mengkopi selesai. Temanku lagi memilih file folder saat temanku yang lainnya, dua orang, datang menghampiri.
"Bu Irma, gak ada angkot loh...lagi pada demo jadi gak narik. Bu Naimah juga minta jemput suaminya" kata salah satu temanku yang baru saja datang.
Aku melihat temanku lainnya sibuk menghubungi suaminya.
"Minta jemput adik Bu Irma aja"
"Saya naik bus aja, nanti naik angkot dari terminal"
Aku pikir, angkot yang mogok hanya jurusan Merak, jadi aku memutuskan untuk naik bus dulu.
Dan ternyata, bus pun jarang. Cuaca hari ini amat tidak mendukung. Panas menyengat dengan hebatnya. Bus datang, aku duduk tenang.
Sebelum memasuki tol, aku memperhatikan kondisi jalan. Ok, ini beneran bersih dari angkot. Di kedua jalur tidak ada satupun angkot yang lewat.
Aku turun di luar terminal. Disambut dengan panas menyengat dan debu yang bertebaran. Aku menyebrang jalan. Baru saja sampai di seberang jalan, sudah disambut tukang ojek, menawarkan jasa sekaligus memberi pengumuman bukan cuma angkot Merak saja yang mogok tapi semua angkot di Cilegon mogok.
Tidak ada angkot, HP yang satu lowbat, yang satu pulsa tidak cukup untuk melakukan panggilan. Ditambah sempurna dengan suasana yang panas dan berdebu. Suasana pas yang membuatku "rungsing" a.k.a uring-uringan. Astaghfirullah...
Aku berjalan celingukan mencari penjual pulsa. Isi pulsa dan langsung menghubungi orang rumah. Aku menunggu jemputan ojek dari rumah. Aku tidak menggunakan ojek dari tempatku sekarang karena ongkosnya tidak realistis, mahal menurutku. Maka aku memutuskan meminta tukang ojek yang ada dekat rumah. Selain murah juga aman karena semua tukang ojeknya aku kenal.
Awalnya aku mau naik taksi. Tapi hari ini karena tidak ada angkot maka kebanyakan orang menggunakan taksi dan ojek untuk mengantarkan ke tempat tujuan. Alhasil, mencari taksi pun susah.
Setelah menunggu sekitar 15 menit, ojek yang menjemputku datang. Di atas ojek sempat terpikir, susah juga kalau tidak membawa kendaraan sendiri. Tapi ini kan keadaan luar biasa, tidak setiap hari. Pertimbanganku untuk tetap menggunakan angkot lebih banyak dibandingkan membawa kendaraan sendiri. Bahkan kondisi seperti hari ini belum mengubahnya.