Sabtu, 28 September 2013

Nutrisi hati #1

Seperti kita yang akan menuangkan air dari botol ke dalam gelas, maka botol itu harus berisi air. Demikian analogi dalam proses belajar, jika mau mengajarkan "sesuatu" maka yang akan mengajar pun harus terlebih dahulu diisi "sesuatu".

Belajar lagi
Lagi
dan
Lagi

Rabu, 18 September 2013

Istirahat(lagi)

Saat banyak hal yang harus dikerjakan dan diselesaikan, malam ini aku cuma bisa berbaring di tempat tidur sambil menekan tombol-tombol keyboard di ponsel, merangkai kata-kata, mengadu pada diri sendiri kondisiku sendiri.

Badanku sudah minta jatahnya untuk lebih diperhatikan. Kali ini aku harus mengesampingkan semangat yang menggebu dan pekerjaan yang seakan berteriak minta diselesaikan, tapi badan lebih menjerit untuk dipenuhi haknya.

Maka kali ini aku mencoba penuhi. Aku tidak mau dzolim pada diriku sendiri yang akan berakibat lebih parah lagi. Mungkin kali ini aku hanya butuh berbaring, butuh tidur yang lebih lelap, butuh tidur yang berkualitas. Jadi besok pagi semua akan kembali seperti semula. Semangat bersinergi dengan kondisi badan untuk menyelesaikan semuanya.

Aku beristirahat lagi. Istirahat yang lebih berkualitas.

Ayolah isi kepala bersahabatlah, ayo hati mengertilah, ayo tubuh kali ini aku butuh lebih banyak endorfin untuk lebih tenang dan merasa senang.

Tensi darah normal

Kandungan oksigen dalam darah normal

Suhu badan normal

Tidak lesu

Sehat

Sehat

Sehat

Jumat, 13 September 2013

Dekat

Aku merasa semakin dekat
Dekat hingga aku tak perlu berlari
Hanya sepelemparan pandang

Saat aku pejamkan mata
Aku bisa merasakan kedekatan itu semakin menjadi
Seperti tak berjarak

Setiap tarikan nafas terasa berat
Tersengal padahal hanya berjalan
Setapak demi setapak
Menikmati tiap sentuhan telapak kaki dengan tanah

Ah...energi seakan habis
Entah berapa peluh yang jatuh
Berapa kalori yang terbuang
Berapa kali jatuh bangkit
Menyerah saja
Tapi ini dekat

Coba..coba cium wanginya
Tidakkah ini harum sekali
Rasakan angin yang lembut menyapa wajah
Seakan memanggil untuk segera
Ayolah bukan saatnya berhenti

Yang dibutuhkan hanya terus berjalan
Terus menikmati sentuhan kaki ke tanah
Nikmati dan tak perlu tergesa untuk melepasnya
Karena ini sudah dekat
Dekat sekali....

Minggu, 08 September 2013

It's Like Dejavu

Menurut Wikipedia dejavu adalah sebuah frasa Perancis yang artinya secara harfiah adalah "pernah melihat" atau "pernah merasa". Maksudnya adalah mengalami sesuatu pengalaman yang dirasakan pernah dialami sebelumnya. Fenomena ini disebut dengan istilah paramnesia dari bahasa Yunani para yang artinya "sejajar" dan mnimi "ingatan".
Atau kalau diartikan secara gampannya dejavu itu merasa kalau kejadian yang dia alami saat itu seperti sudah pernah dialami sebelumnya.

Hal itu sering aku alami, bukan cuma aku tapi orang lain pun pasti pernah mengalami hal yang sama. Hanya saja beberapa hari ini seperti setiap hari mengalami dejavu. Dalam aktifitasku yang padat aku berhenti beberapa detik dan bilang pada diriku sendiri, "tunggu, aku pernah seperti ini". Tidak berhenti sampai disitu, bahkan kadang aku bisa tau setelah ini pasti begini dan tebakanku selalu benar.

Seperti kemarin, waktu di kelas aku beberapa kali berhenti beberapa detik dan merasa aku pernah berada dalam kondisi seperti ini. Sama persis, dan lagi-lagi ketika berhenti sejenak aku selalu bilang, "setelah ini pasti Si A bakal ngomong seperti ini dan ditanggapi dengan Si B dan lainnya seperti ini dan nanti akan begini....", semuanya benar. Selalu benar dan selalu seperti itu dan aku tidak suka dengan kondisi seperti ini.

Berdasarkan pengertian di atas, kalau aku pikir dejavu itu hanya sampai merasa pernah mengalami bukan sampai bisa menebak apa yang akan terjadi berikutnya, begitu kan?
Atau malah apa yang aku rasakan juga termasuk dejavu?
Entahlah, yang pasti aku sangat tidak suka.

Ah, aku ingat aku pernah bertanya ke salah satu dosen psikologi tentang apa yang biasanya aku rasakan. Dan beliau menjawab, kondisi seperti itu biasanya dialami pada orang yang kondisi psikologisnya sedang tidak stabil atau dapat dikatakan sedang mengalami gangguan psikologis. Aku kaget dengan jawaban itu. Tapi beliau mencoba menenangkan bahwa gangguan psikologis itu bermacam-macam, dari yang ringan sampai yang berat. Apa yang aku alami termasuk tipe yang ringan. Mungkin aku sedang dalam kondisi terlalu banyak pikiran, jenuh, atau kurang beristirahat sehingga muncul pikiran-pikiran seperti itu.
Dan saat ini kondisinya aku sedang jenuh.

Aku butuh istirahat bukan hanya untuk fisik tapi juga psikis, butuh sesuatu yang bisa menyegarkan kembali pikiranku. Kalau fisik yang lelah, cukup tidur lelahnya hilang. Tapi psikis butuh lebih dari sekedar tidur. Dan aku butuh itu sekarang.
Saatnya beristirahat untuk kesegaran fisik dan psikisku.
Selamat beristirahat...................

Sabtu, 07 September 2013

Random

Hari ini pengen banget update blog tp bingung mau nulis apa. Terlalu banyak yang pengen aku tulis, terlalu random. Kayak jadwal dan aktifitas aku sepekan ini. Ngacak nggak jelas walaupun sudah disusun sebisanya.

Oke, dari yang banyak itu coba aku tarik satu persatu. Dimulai dari aku yang coba jujur dengan diri sendiri, terbuka dengan kondisi yang ada tanpa mencoba untuk berpura-pura. Awalnya ragu dan segan karena pasti dapat cap cengeng, nggak sesuai apa yang diomongin atau cemen, kalah dengan kondisi. Tapi emang itulah aku, kali ini aku kalah dengan kondisi, kalah melawan gempuran kemunduran dan akhirnya berniat mundur pelan-pelan. Keputusan sudah diambil dan sudah disampaikan. Terserah mau dibilang apa dan nggak peduli dengan respon yang ada.

Setelah itu ada lagi satu hal yang sebenernya nggak penting tapi nggak ngerti kenapa aku malah merasa keganggu dengan itu. Ditanya sesuatu yang seharusnya nggak ditanyain ke aku buatku itu mengganggu. Kenapa nggak langsung ke orangnya?
Aku tuh paling nggak suka orang yang ngedumel di belakang tapi di depan orang yang dimaksud malah seperti nerima-nerima aja. Mencoba patuh. Kalau emang nggak sepemikiran, nggak sependapat, atau nggak suka kenapa nggak langsung ngomong aja. Sesuatu yang terpaksa itu akan membuang energi yang lebih banyak jadinya malah cepet capek. Suka aneh dengan orang yang sering membuang energinya sia-sia untuk hal-hal kayak gitu.
Ups...kadang nggak bisa pungkiri aku juga pernah kayak gitu.

Itu tadi dua hal dari banyak hal yang nggak penting tapi cukup mengganggu. Selain dua hal tadi, pekan ini diisi dengan kegiatan yang nggak ngasih kesempatan aku untuk tidur siang biar cuma 15 menit. Berangkat pagi, pulang sore. Kayaknya pekan ini beneran kurang menikmati hari. Cuma bengong pas sadar hari ini sudah sabtu lagi. Dan hari ini pun padat pagi sampai sore. Sabtu ketemu sabtu yang padat, ngacak, dan menguras energi..-_-'

Senin, 02 September 2013

Pelajaran dari Syeikh di Mesir

Suatu keberkahan bisa bertemu dengan mahasiswi Al azhar Mesir. Maka kesempatan pun tidak disia-siakan. Pertanyaan demi pertanyaan meluncur penuh semangat seakan tak mau kehilangan kesempatan emas.

Bagaimana kondisi Mesir saat ini?
Bagaimana ritme kuliah di Al Azhar?
Bagaimana kebiasaan-kebiasaan masyarakatnya?
Bagaimana dukungan Kedubes Indonesia?

Semua pertanyaan dijawab dengan detail olehnya. Disambut dengan anggukan sampai komentar yang lebih panjang dariku dan teman-teman.

Cerita tentang suasana kampus Al Azhar, khususnya mesjidnya adalah hal yang paling didambakan olehku. Suasana belajar yang seakan tidak pernah berhenti. 24 jam penuh, para syeikh di sana siap melayani siapapun yang mau belajar, setoran hafalan Al-Qur'an, dan lainnya secara gratis.
Tak terbayang tumpukan pahala yang diterima para syeikh karena amal jariyahnya. Ingin rasanya menjadi murid dari salah satu syeikh di sana. Kalaupun tidak punya kesempatan itu, cukup cerita itu menjadi motivasi aku untuk terus berbuat baik sebagai bekal hidup di akhirat kelak nelalui sedikit ilmu yang aku punya. Ikhlas dalam beramal dan totalitas dalam bekerja itu poin utamanya.

"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)