Senin, 02 September 2013

Pelajaran dari Syeikh di Mesir

Suatu keberkahan bisa bertemu dengan mahasiswi Al azhar Mesir. Maka kesempatan pun tidak disia-siakan. Pertanyaan demi pertanyaan meluncur penuh semangat seakan tak mau kehilangan kesempatan emas.

Bagaimana kondisi Mesir saat ini?
Bagaimana ritme kuliah di Al Azhar?
Bagaimana kebiasaan-kebiasaan masyarakatnya?
Bagaimana dukungan Kedubes Indonesia?

Semua pertanyaan dijawab dengan detail olehnya. Disambut dengan anggukan sampai komentar yang lebih panjang dariku dan teman-teman.

Cerita tentang suasana kampus Al Azhar, khususnya mesjidnya adalah hal yang paling didambakan olehku. Suasana belajar yang seakan tidak pernah berhenti. 24 jam penuh, para syeikh di sana siap melayani siapapun yang mau belajar, setoran hafalan Al-Qur'an, dan lainnya secara gratis.
Tak terbayang tumpukan pahala yang diterima para syeikh karena amal jariyahnya. Ingin rasanya menjadi murid dari salah satu syeikh di sana. Kalaupun tidak punya kesempatan itu, cukup cerita itu menjadi motivasi aku untuk terus berbuat baik sebagai bekal hidup di akhirat kelak nelalui sedikit ilmu yang aku punya. Ikhlas dalam beramal dan totalitas dalam bekerja itu poin utamanya.

"Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu): sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar