Senin, 20 Mei 2013

Quote of the day

Hidup adalah sebuah perjalanan bukan tujuan...so enjoy it

Jatuh Cinta

Cinta...
Satu kata yang membuat orang kadang berubah menjadi bukan dirinya. Satu kata yang punya arti yang begitu banyak. Begitu indah tapi juga bisa begitu menyakitkan.

Saat orang jatuh cinta, sering akal sehat terkalahkan oleh rasa yang berbunga-bunga. Sekeliling begitu indah. Bisa begitu saja menyunggingkan senyum termanis di wajahnya. Wajah bersemu merah merona. Hati yang ketar-ketir mengartikan berjuta rasa. Dan semangat yang besar untuk melakukan semua aktivitas. Jadi seperti suplemen yang menyegarkan.

Jangankan melihat wajah orang yang dicinta, melihat punggungnya saja bahagianya sudah cukup untuk membuatnya mimpi indah. Nama orang yang dicinta akan terdengar begitu indah bila disebut. Wajahnya seakan hadir di depan mata bahkan saat memejamkan mata. Bahkan banyak orang yang tiba-tiba mirip dengan orang yang dicinta.

Semua kejadian yang berhubungan dengannya akan melambungkan angannya. Menjadikannya sebuah pertanda. Mereka-reka semua tingkah laku si dia. Dan mencari semua pertanda yang menyatakan si dia juga memiliki rasa yang sama. Pertemuan-pertemuan yang serba kebetulan dijadikan tanda bahwa itu adalah ciri bahwa berjodoh dengan si dia. Semua serba indah.

Tapi tidak jarang ada orang yang begitu takut ketika hatuh cinta. Karena menganggap, ketika cinta itu hadir maka bisa jadi sebentar lagi dia akan merasakan sakit hati, merasakan kesedihan yang teramat perih karena cinta yang tak berbalas. Jadi, sekuat mungkin dia akan menolak kehadiran cinta.

Itulah cinta yang diartikan begitu sempit. Padahal cinta begitu luas artinya. Tidak perlu takut jika cinta hadir, karena dengannya hidup pasti akan lebih bermakna. Cinta bukan hanya berarti harus berbalas, menerima semua yang diharapkan dari dia yang dicinta. Tapi lebih kepada memberi, menikmatinya hingga bisa memberi dengan tulus. Memberi bukan hanya kepada dia yang dicinta tapi semua orang yang ada disekeliling. Tidak peduli ada rasa yang sama dari dia yang dicinta. Yang terpenting adalah orang banyak bahagia, diri sendiri juga bahagia.

Sampai-sampai ada yang berpendapat, jangan jatuh cinta tapi bangun cinta. Karena arti jatuh yang menyakitkan. Kalimat itu untuk memotivasi orang-orang yang merasa takut dengan cinta dan mengartikan cinta dengan sangat sempit.
Menyadarkan bahwa cinta harus dibangun menjadi bangunan yang kokoh yang kelak akan mengokohkan keberadaan orang yang memilikinya.
Jangan takut jatuh cinta, merasakan keindahannya, membangunnya dan membiarkannya ada selamanya di hati. Setiap hari, setiap saat.

I'm falling in love every single day...*_^

Minggu, 19 Mei 2013

Rindu Senjanya Jakarta

Jakarta,kota yang tidak pernah aku harapkan untuk dijadikan tempat tinggal. Kemacetan luar biasa, hiruk pikuk yang membuat semrawut, hedonisme sebagian warganya dan semua yang pastinya membosankan.

Tapi suatu saat aku benar-benar jatuh hati dengan kota ini. Saat sore hari, ditengah kemacetan yang luar biasa, aku palingkan pandangan ke atas langit. Subhanallah...langit Jakarta senja hari ternyata menakjubkan.
Sekumpulan awan membentuk siluet yang aku persepsikan sendiri. Sebuah negeri indah para dewa-dewi tersaji di atas langit Jakarta. Semburat jingga yang semakin lama semakin terang menambah keindahan langit saat itu. Indah luar biasa.

Mungkin tidak banyak orang di Jakarta yang bisa menemukan momen indah ini. Mereka sibuk dengan kesibukannya masing-masing. Ingin cepat sampai di rumah ataupun yang masih berkutat dengan pekerjaannya,lembur. Tidak sempat meski sejenak memenadang keluar, menengadahkan wajah membiarkan semburat jingga jatuh dengan indah di wajahnya.

Senja ini, aku rindu menikmati kembali keindahan itu.
Bisa berada ditempat yang tinggi. Memandang langit, membaca sendiri gambaran yang dibuat awan, membuat cerita yang hanya aku yang mengerti.
Berdzikir, memuja ciptaanNya dan menikmati sampai larut hingga gelap malam menggantinya dengan lembut.

Sabtu, 11 Mei 2013

Mencintai Proses Belajar

"Profesional itu berfokus kepada hasil,sedangkan peneliti lebih berfokus pada proses"

Jadi seorang profesional hanya dilihat apa yang sudah dia hasilkan. Orang tidak pernah melihat bagaimana usaha yabg dilakukan oleh seorang profesional,entah itu benar atau salah,selama hasilnya baik itulah yang akan dinilai dari mereka.
Sedangkan seorang peneliti,yang dinilai adalah proses. Entah hasilnya benar atau salah,orang tidak peduli.

Dalam belajar yang paling utama adalah proses. Karena hasil yang baik yang diperoleh dari proses yang salah tidak akan bertahan lama. Sedangkan proses yang baik meski hasilnya tidak sesuai harapan akan bertahan lama. Karena dari hasil yang tidak sesuai harapan itu bisa disempurnakan kembali menjadi seauatu yang sesuai harapan. Sesuatu yang sempurna..

Jadi cintai prosesnya, karena yang terpenting adalah proses dan orientasi kita. Nikmati prosesnya dan nantikan hasil-hasil menakjubkan dari proses yang telah dilakukan.

Pagi yang Indah

Selamat pagi dunia....
Kan kujalani hari ini dengan semangat
Semuanya indah,semua mudah
Coba kau lihat mentari pagimu
Merekah bersemangat begitu hangat
Ditemani angin yang berhembus semilir
Wangi embun,wangi tanah
Semua setia menemaniku
Tersenyum melangkah
Berkarya,berjuang,berkreasi...
Semangat Pagiiii....

Kamis, 09 Mei 2013

Kehilangan Kantuk

Hampir seluruh lampu di rumah sudah dimatikan. Suasana sudah mulai senyap. Telapak tangan dan kaki sudah terasa dingin. Menandakan malam sudah sangat larut,berganti dengan dini hari. Dan aku masih terjaga. Dengan perasaan tidak karuan dan kantuk yang absen.

Kali kedua dalam pekan ini mengalami hal yang sama. Tubuh ini lelah,tapi rasa kantuk belum juga menyerang. Mencoba untuk serileks mungkin membaringkan tubuh ini di tempat tidur,tapi tidak bisa. Kubenamkan wajah di bawah bantal,tetap tak ada hasil.
Kubaca istighfar berkali-kali. Keadaannya masih sama.

Kantuk,kamu dimana?
Tubuh ini lelah sangat,butuh istirahat.
Hati,ada apa?
Kamu kah yang membawa lari kantukku?

Sabtu, 04 Mei 2013

Aku mengenalnya, sangat mengenalnya
Pun dengan dia
Tapi kami hanya sejenak melihat lalu memalingkan pandangan
Tanpa senyum apalagi tegur sapa
Menandakan bahwa kami sudah menjalani hidup masing-masing
Sebaik yang kami bisa.

Jumat, 03 Mei 2013

Cerita Keluarga

Ayah
Ayahku seorang guru SD,kami anak-anaknya kadang suka ragu dengan ini. Emang ayah bisa ngajar? Kami nggak bisa membayangkan waktu ayah kami mengajar di depan kelas. Anak SD pula.
Satu hal yang identik dengan ayah, kalau marah sering membelalakkan matanya. Dan itu yang membuat kami takut. Sudah itu kalau marah ayah biasanya diam. Kalau ayah diam denganku atau aku nggak diajak bicara itu artinya ayah marah.
Waktu masih kecil aku dan adik-adikku paling senang waktu dipindahkan ke kamar sama ayah. Kadang kami pura-pura tidur di ruang tengah dengan harapan nanti ayah akan mengangkat kami ke tempat tidur. Beberapa kali ketahuan berpura-pura tetap nggak buat kami jera. Kami mengulanginya lagi karena meski ayah tau kami pura-pura tapi tetap mengangkat kami ke tempat tidur. Senang sekali, seperti terbang....

Ibu
Aku dan adik-adikku memanggil ibu dengan sebutan emak, kadang amih. Ibu orang paling cerewet di rumah untuk semua hal. Bukan cuma kami anak-anaknya tapi ayah juga sering dicereweti. Soal sarapan misalnya, ibu akan mengingatkan atau menanyakan berkali-kali untuk sarapan. Aku dan adik-adik kadang sampai harus disuapi. Kalau sudah berkali-kali disuruh sarapan tapi kami cuma bilang "ga nafsu", maka ibu akan mengambil makan, mendekati kami dan memaksa kami untuk mengunyah plus menelan makanan yang disuapkan ke mulut kami.
Ibu juga orang yang paling panik kalau anak dan suaminya belum pulang. Pernah suatu hari, adik laki-laki pertamaku belum pulang sekolah. Dia berangkat pagi tapi sampai jam 6 sore belum pulang. Waktu itu adik tidak punya ponsel, kami cuma bisa menghubungi teman-temannya lewat telepon rumah. Nggak ada berita, pun dari teman-temannya. Sampai jam 7 malam, kepanikan ibu sudah maksimal sehingga ibu menangis sambil duduk di ruang tamu menunggu adikku. Yang ditunggu pulang dengan santai dan cuma memberi alasan habis kerja kelompok.
Ibu sering menangis diam-diam mengkhawatirkan kami, bangga dengan kami, dan mendo'akan kami.

Aku
Anak sulung, putri pertama dalam keluarga ini. Banyak orang bilang kalau anak pertama itu egois tapi juga cengeng atau lebih manja dibandingkan adik-adiknya. Dan begitulah aku, kurang lebih.
Aku mendapatkan julukan "ayam negeri" atau ayam sayur karena aku sering sakit.
Aku orang yang cerewet nomor dua di rumah setelah ibu.
Menjadi anak pertama itu beban sekaligus seru. Beban karena menjadi panutan adik-adik tapi seru karena punya banyak bala bantuan jika membutuhkan. Asas manfaat anak pertama.

Darus
Adik laki-laki pertamaku yang pernah membuat ibu menangis karena telat pulang dari sekolah dan nggak kasih kabar. Dia lumayan banyak omong, sering bercanda tapi kalau ditanya hal-hal tertentu dia akan diam. Jarang cerita dengan orang-orang rumah.
Aku dan adikku yang lain memanggilnya "My Man" karena buat kami dia yang akan membela kami, menjaga kami, membantu kami. Dan kami yakin dia bisa menjalankan peran sebagai anak dan saudara laki-laki.

Mayus
Sama seperti kakak laki-lakinya,dia lebih banyak diam. Bahkan lebih misterius. Akun facebooknya saja diberi nama "Misteri Mohamad". Tapi anehnya banyak anak kecil yang senang sama dia. Keponakan-keponakan bahkan sampai anak tetangga betah diajak main dengannya. Yamg lagi nangis saja bisa langsung berhenti kalau dia gendong. Mungkin karena mukanya lucu kayak badut atau boneka.
Laki-laki mungkin semua hampir sama. Begitupun dengan adik laki-laki ku yang satu ini. Sama seperti kakak laki-lakinya,sering buat ibu khawatir karena pergi tidak pernah memberi tahu tujuannya,waktu SD malas belajar hingga ibu harus sport jantung saat mau kenaikan kelas(takut kalau tidak naik) dan hal-hal kecil lainnya khas anak laki-laki.
Tapi dia juga orang yang paling khawatir kalau terjadi sesuatu pada saudaranya,terutama saudara perempuannya.

Ayu
Yang satu ini senang kalau dilanggil "ayu kece" atau "kakak kece". Memang beberapa adikku ada yang narsis berlebihan,salah satunya ya yang satu ini.
Anaknya cenderung cuek. Dia terlalu sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya. Kalaupun nggak ada kuliah,kerjaannya adalah nonton film. Mulai dari film korea,thailand,indonesia dll. Alternatif lainnya adalah baca buku. Kalau sudah baca buku,bisa satu hari penuh dia tidak beranjak dari bukunya. Hanya ada jeda untuk makan,shalat, dan ke kamar mandi.
Paling senang belanja baju dan jalan-jalan.
Dan ini,kalau sedang "bad mood" jangan pernah sekali-kali mengganggu dia. Bisa kena semprot.
Tapi dia paling jarang menyusahkan orang tua dan saudaranya.

sofa
Adikku yang super narsis. Ponselnya penuh dengan foto-foto dia dengan berbagai gaya. Bukan cuma ponsel sendiri, laptop, ponsel orang (kakak/adiknya) sampai akun social media isinya foto semua. Nggak bisa dipungkiri dia cukup fotogenik, bahkan dalam pose yang absurd sekalipun hasilnya tetap bagus. Ditambah keahliannya mengedit foto lewat beberapa aplikasi. Ini salah satu kelebihannya.
Dia pernah membuat seisi rumah dan keluarga besar kami khawatir luar biasa. Dia harus dioperasi karena peritonitis yang menyebabkan usunya harus dipotong, kata dokternya satu meter.
Super manja, suka ngambek dan bayangkan sudah kuliah tapi setiap berangkat kuliah harus dianter, lebih tepatnya disebrangin. Adikku ini paling nggak bisa nyebrang jalan. Trauma mungkin, karena waktu kecil pernah "disenggol" motor dua kali.

Cucu
Diberi nama cucu karena orang tua kami berharap dia adalah anak bungsu.
Atlet taekwondo keluarga kami yang pensiun dini. Cuma satu tahun aktif di taekwondo, pernah mewakili kota untuk lomba di provinsi setelah itu berhenti karena nggak sreg dengan pelatihnya.
Anaknya semaunya sendiri, kalau sudah punya keinginan selalu ingin terpenuhi. Lumayan pekerja keras, rela berlembur-lembur ria mengerjakan tugas yang kadang itu adalah tugas kelompok.
Suka nyuruh-nyuruh kakak-kakaknya kalau lagi ada tugas.
Termasuk anak yang selalu beruntung.
Hobi banget sama stand up comedy,sampai ngebela-belain ngambil uang tabungan demi nonton standup festival di Jakarta.
Mama untuk kami, karena setiap di rumah pasti selalu curhat minimal cerita tentang sekolah dan yang berhubungan dengannya.
Seperti acara di tv, setiap mau bertanya selalu menggunakan kata kunci "Mama curhat dong", nah kami saudara-saudaranya sering berteriak seperti itu kalau dia diam saja di rumah.

Apri
Anak bungsu keluarga kami.
"cewek strong" katanya, karena jarang sakit, meski kehujanan, kecapean dll.
Postur tubuhnya tinggi besar, paling besar kedua setelah adik pertmaku, Darus.
Suka marah, kami mengidentikan dia dengan angka 12. Aku pernah membuat quis kiriman teman dan meminta adik-adikku untuk memilih angka-angka yang mewakili sifat. Dan apri memilih angka 12, yang berarti pemarah. Itu sangat sesuai.
Follower dan pembela cucu. Kalau cucu dimarahi ayah atau amih, dia akan membela.
Dengan senang hati mendengar cerita-cerita cucu.
Berambisi menjadi dokter gigi. Seoga yang terakhir ini terkabul. Aamiin.

Mereka keluargaku, hartaku, kebahagiaanku, aku begitu diberkahi Allah dengan adanya mereka.
Do'aku, semoga Allah bukan hanya menjadikan kami keluarga di dunia ini tapi juga di akhirat kelak. Berkumpul di surgaNya. Aamiin....1000x