Ayah
Ayahku seorang guru SD,kami anak-anaknya kadang suka ragu dengan ini. Emang ayah bisa ngajar? Kami nggak bisa membayangkan waktu ayah kami mengajar di depan kelas. Anak SD pula.
Satu hal yang identik dengan ayah, kalau marah sering membelalakkan matanya. Dan itu yang membuat kami takut. Sudah itu kalau marah ayah biasanya diam. Kalau ayah diam denganku atau aku nggak diajak bicara itu artinya ayah marah.
Waktu masih kecil aku dan adik-adikku paling senang waktu dipindahkan ke kamar sama ayah. Kadang kami pura-pura tidur di ruang tengah dengan harapan nanti ayah akan mengangkat kami ke tempat tidur. Beberapa kali ketahuan berpura-pura tetap nggak buat kami jera. Kami mengulanginya lagi karena meski ayah tau kami pura-pura tapi tetap mengangkat kami ke tempat tidur. Senang sekali, seperti terbang....
Ibu
Aku dan adik-adikku memanggil ibu dengan sebutan emak, kadang amih. Ibu orang paling cerewet di rumah untuk semua hal. Bukan cuma kami anak-anaknya tapi ayah juga sering dicereweti. Soal sarapan misalnya, ibu akan mengingatkan atau menanyakan berkali-kali untuk sarapan. Aku dan adik-adik kadang sampai harus disuapi. Kalau sudah berkali-kali disuruh sarapan tapi kami cuma bilang "ga nafsu", maka ibu akan mengambil makan, mendekati kami dan memaksa kami untuk mengunyah plus menelan makanan yang disuapkan ke mulut kami.
Ibu juga orang yang paling panik kalau anak dan suaminya belum pulang. Pernah suatu hari, adik laki-laki pertamaku belum pulang sekolah. Dia berangkat pagi tapi sampai jam 6 sore belum pulang. Waktu itu adik tidak punya ponsel, kami cuma bisa menghubungi teman-temannya lewat telepon rumah. Nggak ada berita, pun dari teman-temannya. Sampai jam 7 malam, kepanikan ibu sudah maksimal sehingga ibu menangis sambil duduk di ruang tamu menunggu adikku. Yang ditunggu pulang dengan santai dan cuma memberi alasan habis kerja kelompok.
Ibu sering menangis diam-diam mengkhawatirkan kami, bangga dengan kami, dan mendo'akan kami.
Aku
Anak sulung, putri pertama dalam keluarga ini. Banyak orang bilang kalau anak pertama itu egois tapi juga cengeng atau lebih manja dibandingkan adik-adiknya. Dan begitulah aku, kurang lebih.
Aku mendapatkan julukan "ayam negeri" atau ayam sayur karena aku sering sakit.
Aku orang yang cerewet nomor dua di rumah setelah ibu.
Menjadi anak pertama itu beban sekaligus seru. Beban karena menjadi panutan adik-adik tapi seru karena punya banyak bala bantuan jika membutuhkan. Asas manfaat anak pertama.
Darus
Adik laki-laki pertamaku yang pernah membuat ibu menangis karena telat pulang dari sekolah dan nggak kasih kabar. Dia lumayan banyak omong, sering bercanda tapi kalau ditanya hal-hal tertentu dia akan diam. Jarang cerita dengan orang-orang rumah.
Aku dan adikku yang lain memanggilnya "My Man" karena buat kami dia yang akan membela kami, menjaga kami, membantu kami. Dan kami yakin dia bisa menjalankan peran sebagai anak dan saudara laki-laki.
Mayus
Sama seperti kakak laki-lakinya,dia lebih banyak diam. Bahkan lebih misterius. Akun facebooknya saja diberi nama "Misteri Mohamad". Tapi anehnya banyak anak kecil yang senang sama dia. Keponakan-keponakan bahkan sampai anak tetangga betah diajak main dengannya. Yamg lagi nangis saja bisa langsung berhenti kalau dia gendong. Mungkin karena mukanya lucu kayak badut atau boneka.
Laki-laki mungkin semua hampir sama. Begitupun dengan adik laki-laki ku yang satu ini. Sama seperti kakak laki-lakinya,sering buat ibu khawatir karena pergi tidak pernah memberi tahu tujuannya,waktu SD malas belajar hingga ibu harus sport jantung saat mau kenaikan kelas(takut kalau tidak naik) dan hal-hal kecil lainnya khas anak laki-laki.
Tapi dia juga orang yang paling khawatir kalau terjadi sesuatu pada saudaranya,terutama saudara perempuannya.
Ayu
Yang satu ini senang kalau dilanggil "ayu kece" atau "kakak kece". Memang beberapa adikku ada yang narsis berlebihan,salah satunya ya yang satu ini.
Anaknya cenderung cuek. Dia terlalu sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya. Kalaupun nggak ada kuliah,kerjaannya adalah nonton film. Mulai dari film korea,thailand,indonesia dll. Alternatif lainnya adalah baca buku. Kalau sudah baca buku,bisa satu hari penuh dia tidak beranjak dari bukunya. Hanya ada jeda untuk makan,shalat, dan ke kamar mandi.
Paling senang belanja baju dan jalan-jalan.
Dan ini,kalau sedang "bad mood" jangan pernah sekali-kali mengganggu dia. Bisa kena semprot.
Tapi dia paling jarang menyusahkan orang tua dan saudaranya.
sofa
Adikku yang super narsis. Ponselnya penuh dengan foto-foto dia dengan berbagai gaya. Bukan cuma ponsel sendiri, laptop, ponsel orang (kakak/adiknya) sampai akun social media isinya foto semua. Nggak bisa dipungkiri dia cukup fotogenik, bahkan dalam pose yang absurd sekalipun hasilnya tetap bagus. Ditambah keahliannya mengedit foto lewat beberapa aplikasi. Ini salah satu kelebihannya.
Dia pernah membuat seisi rumah dan keluarga besar kami khawatir luar biasa. Dia harus dioperasi karena peritonitis yang menyebabkan usunya harus dipotong, kata dokternya satu meter.
Super manja, suka ngambek dan bayangkan sudah kuliah tapi setiap berangkat kuliah harus dianter, lebih tepatnya disebrangin. Adikku ini paling nggak bisa nyebrang jalan. Trauma mungkin, karena waktu kecil pernah "disenggol" motor dua kali.
Cucu
Diberi nama cucu karena orang tua kami berharap dia adalah anak bungsu.
Atlet taekwondo keluarga kami yang pensiun dini. Cuma satu tahun aktif di taekwondo, pernah mewakili kota untuk lomba di provinsi setelah itu berhenti karena nggak sreg dengan pelatihnya.
Anaknya semaunya sendiri, kalau sudah punya keinginan selalu ingin terpenuhi. Lumayan pekerja keras, rela berlembur-lembur ria mengerjakan tugas yang kadang itu adalah tugas kelompok.
Suka nyuruh-nyuruh kakak-kakaknya kalau lagi ada tugas.
Termasuk anak yang selalu beruntung.
Hobi banget sama stand up comedy,sampai ngebela-belain ngambil uang tabungan demi nonton standup festival di Jakarta.
Mama untuk kami, karena setiap di rumah pasti selalu curhat minimal cerita tentang sekolah dan yang berhubungan dengannya.
Seperti acara di tv, setiap mau bertanya selalu menggunakan kata kunci "Mama curhat dong", nah kami saudara-saudaranya sering berteriak seperti itu kalau dia diam saja di rumah.
Apri
Anak bungsu keluarga kami.
"cewek strong" katanya, karena jarang sakit, meski kehujanan, kecapean dll.
Postur tubuhnya tinggi besar, paling besar kedua setelah adik pertmaku, Darus.
Suka marah, kami mengidentikan dia dengan angka 12. Aku pernah membuat quis kiriman teman dan meminta adik-adikku untuk memilih angka-angka yang mewakili sifat. Dan apri memilih angka 12, yang berarti pemarah. Itu sangat sesuai.
Follower dan pembela cucu. Kalau cucu dimarahi ayah atau amih, dia akan membela.
Dengan senang hati mendengar cerita-cerita cucu.
Berambisi menjadi dokter gigi. Seoga yang terakhir ini terkabul. Aamiin.
Mereka keluargaku, hartaku, kebahagiaanku, aku begitu diberkahi Allah dengan adanya mereka.
Do'aku, semoga Allah bukan hanya menjadikan kami keluarga di dunia ini tapi juga di akhirat kelak. Berkumpul di surgaNya. Aamiin....1000x
Tidak ada komentar:
Posting Komentar