Senin, 17 Februari 2014

Lelah....

Waktu seakan berlari. Tidak terasa sudah senin lagi, besok selasa, rabu dan seterusnya. Rasanya begitu cepat dan pekerjaan seakan tidak pernah habis.

Aku tidak menikmati betul dua bulan ini. Dan sedikit terasa hambar. Aku bahagia, aku tertawa, aku melakukan apa yang aku suka, tapi juga aku menangis, merasa lelah, kesepian, tidak puas dan kecewa. Seperti sedang berlari dengan kecepatan tinggi tapi tujuanku belum terlihat, masih jauh. Sedangkan energi sudah mulai menipis. Aku kelelahan.

Aku kehilangan ritme yang asyik dalam menjalani hari. Senin sampai sabtu di sekolah. Berangkat pagi pulang menjelang sore. Minggu ada agenda rutin. Begitu seterusnya.
Hari ini harus ini, selesaikan yang ini. Besok harus ke tempat itu, menyelesaikan yang itu. Lusa harus anu, ini, dan itu. Sebelumnya rutinitasku pun seperti itu. Tapi kali ini seperti ada yang hilang. Entah apa, aku juga tidak tau.

Aku selalu gelisah, tidak tenang, tergesa-gesa, dan....
Ah, mengungkapkan apa yang aku rasa pun begitu sulit.
Aku jadi tidak peka. Cuek. Bahkan kepada diri sendiri.

Aku butuh quality time untuk diriku. "Me time" walaupun sejenak, untuk mencoba mengerti diri sendiri. Tenang sejenak. Dan aku sangat butuh itu.

Sabtu, 08 Februari 2014

Gaun Impian...

Di luar hujan turun begitu derasnya. Ditambah suara gemuruh yang hilang timbul. Dan malam sudah mulai larut. Biasanya jam segini kantuk sudah menyerang, tapi kali ini belum.

Ditengah suara gemericik dan gemuruh, aku lantunkan do'a-do'a terbaik. Seperti tak ingin melewati waktu mustajab.

Tiba-tiba saja terlintas sesuatu di benakku. Aku ambil ponsel, menggeser layarnya, mengklik logo Google kemudian aku ketik "wedding dress syar'i". Seketika gambar-gambar muncul. Satu persatu aku perhatikan. Semuanya bagus, cantik, anggun, dan paling penting syar'i karena tidak memperlihatkan lekuk tubuh. Dari sekian banyak gambar, aku suka salah satu gaun warna emas yang aku tambahkan pada postingan kali ini. Desainnya simpel tapi warna emas memberi kesan mewah. Walaupun pernah terpikir olehku, aku ingin menggunakan gaun warna merah marun tapi gaun warna emas ini membuat pilihanku bertambah.
Aku ingin menggunakan dua gaun di hari pernikahanku, gaun warna putih dan merah marun atau emas.

Kenapa dua gaun?
Gaun warna putih untuk akad dan yang kedua untuk resepsi. Gaun yang kedua, kalau tidak berwarna merah marun, berarti emas. Dua gaun cukup karena nanti resepsinya tidak sampai malam.

Aku juga pernah mencoba untuk mendesain sendiri gaun warna putih yang dikombinasikan dengan batik, mungkin lebih tepatnya mencoret-coret karena aku tidak mahir menggambar. Tapi kalau ternyata dananya terbatas, cukup memakai gaun dari perias saja. Yang penting warnanya sesuai dengan yang aku impikan.

Kantukku sudah datang, hujanpun semakin deras, dan aku ingin melantunkan permintaanku kepadaNya dengan penuh kesungguhan. Agar aku dapat segera mengenakan gaun impianku. Aamiin.......

Selasa, 04 Februari 2014

My Father's Day

04 Februari 2014

Hari ini, genap 52 tahun usia ayahku.
Tak ada ucapan istimewa yang terucap langsung dari istri dan anak-anaknya, karena mengucapkan selamat ulang tahun atau merayakannya bukanlah kebiasaan keluarga kami. Tapi, do'a-do'a terbaik meluncur dari kami, istri dan anak-anaknya.

Diantaranya, kami berdo'a:
Semoga ayah sehat selalu agar bisa terus kami peluk.
Semoga ayah selalu dalam lindungan Allah swt.
Semoga umur yang sudah dilalui dan yang akan dilalui berkah.
Semoga ayah selalu diberi rizki yang halal lagi berkah.
Semoga ayah akan selalu ada untuk kami.
Menjadi ayah yang tetap ada saat kami ingin bercanda, yang menemani tidur kami saat kami sakit, yang menjadi tempat untuk kami bertanya dan meminta solusi atau sekedar pendapat.
Semoga yang terbaik selalu untuk ayah.
Aamiin...aamiin.. ya rabbalalamin...