Selasa, 30 April 2013

Angkot (part 3)

Perjalanan dengan angkot ke Bojonegara siang tadi disuguhi cerita menarik (buatku) dari 2 orang ibu-ibu. Mau tidak mau aku ikut mendengarkan sampai cerita habis. Lebih tepatnya sampai aku turun.
Kedua ibu itu sama-sama pulang dari pasar dengan belanjaan yang luar biasa banyak dan memaksa pak sopir mengangkut hanya 4-5 orang di bangku belakang, satu orang di bangku depan samping sopir itupun penumpang masih harus mengangkat kaki karena terdapat belanjaan di bagian pijakan kaki. Mereka bertetangga kampung, dan ternyata teman ibu A masih saudara dengan ibu B. Jadilah obrolan itu mengalir begitu panjang.

Mereka bercerita tentang diri masing-masing yang ternyata punya kesamaan yaitu sama-sama menikah di usia muda.
Ibu A yang duduk di sebelahku bercerita kalau dia menikah satu tahun setelah lulus SMP, mungkin di usia sekitar 16-18 tahun. Dijodohkan orang tuanya. Sebetulnya dia ingin melanjutkan sekolah,tapi karena keterbatasan biaya akhirnya putus sampai SMP. Ayahnya sakit-sakitan. Dengan alasan,khawatir tidak berumur panjang dan supaya ayahnya masih bisa menikahkannya maka dia dijodohkan dengan seorang pria. Awalnga dia menolak,tapi ibunya mengancam. Kalau dia tidak mau berarti dia harus pergi dari rumah. Karena itu berarti dia tidak nurut orang tua. Dengan alasan patuh sama orang tua,akhirnya dia menerima perjodohan itu. Sekarang dia sudah mempunyai dua orang anak. Anak pertamanya kelas 6 SD, sedangkan adiknya masih berumur 3 tahunan.
Hem...menarik.

Lanjut ke ibu B, ceritanya tidak jauh berbeda. Dia menikah dua tahun setelah lulus SMP. Dijodohkan juga. Ibu B tidak banyak bercerita, dia sekedar mengiyakan apa yang ibu A ceritakan. Terlalu banyak bilang, "Ya, sama saya juga"
Ini yang menarik, begitu suami masing-masing bertanya pada mereka, apa mereka cinta sama sang suami?. Mereka memiliki jawaban yang sama, "cinta aja, wong udah nikah. Udah jadi suami-istri, ya harus cinta dong"

Ya, mereka tak perlu melewati masa-masa pacaran yang terlalu membuang waktu. Hanya calon suami mereka yang mencoba mengenal mereka, datang ke rumah mereka, berbincang dengan orang tua mereka. Mencari tahu seperti apa mereka, kemudian meminta baik-baik kepada orang tua mereka.
Mereka mengenal sang calon suami dari cerita orang tua, mengenal lebih jauh setelah menikah. Tapi, mereka dan suami mereka masing-masing memiliki komitmen untuk menjaga "ikatan" itu sampai akhir.
Orang tua dulu pada umumnya memang begitu, tapi mereka bisa menjaga pernikahan mereka sampai masing-masing tutup usia. Dan dua orang ibu itu tidak bisa disebut orang dulu, karena mungkin usianya tidak berbeda jauh denganku.

Begitulah sebenarnya islam mengajarkan dalam hal mencari jodoh. Tidak ada pacaran, dengan alasan atau modua apapun.
Dalam islam adanya ta'aruf. Saling mengenal antara laki-laki dan perempuan lewat perantara. Baik itu orang tua, saudara, guru atau siapapun yang dipercaya. Tidak ada dua-duaan atau interaksi tak penting sebelum menikah. Masing-masing menjaga diri.
Ta'aruf yang benar-benar jujur, terbuka satu sama lain. Diharapkan kedepannya tidak ada kekecewaan.

Banyak yang bilang, "emang bisa menikah ga pacaran?"
Jawabnya, bisa dong...sudah banyak contoh.
Allah akan memudahkan jika menurutNya saat itu telah tiba.
Kapanpun, dengan siapapun, dan dengan cara apapun. Jadi, tunggu saja janjiNya sambil terus memperbaiki diri.
Karena laki-laki yang baik, untuk perempuan yang baik. Begitupun sebaliknya....

Senin, 29 April 2013

Es krim, coklat, dan bunga

Es krim
Biarpun hujan mengguyur deras tapi kalau lagi pengen makan es krim tetap dijabanin. Apalagi cuaca panas,langsung sikat habis.
Entah karena rasa dingin yang sudah dari sananya ataupun cuma sugesti, tapi sungguh suasana hati dan pikiran ikut adem kalau menikmatinya.
Aku bisa menghabiskan es krim dalam porsi besar sendiri. Pernah satu waktu karena terlalu banyak makan es krim, kepala jadi pusing ga karuan. Kapok? Oh....tentu tidak dong, buktinya hobi makan es krim masih berlanjut sampai sekarang.
Aku akan sangat senang diajak makan es krim atau ditraktir es krim dibandingkan makan bakso dan lainnya.

Coklat
Coklat adalah favoritku kedua setelah es krim.
Makan coklat itu enak,lumer di mulut, ga perlu dikunyah sama seperti es krim. Sudah begitu banyak yang bilang, coklat itu bisa membuat nyaman, membangkitkan mood baik. Yup, coklat buatku adalah mood buster kedua setelah es krim.
Kenapa kedua?
Karena kalau makan es krim aku ga pernah merasa enek (paling pusing kalau kebanyakan), tapi kalau coklat aku tidak bisa makan banyak-banyak karena enek. Selain itu, gigiku kurang bersahabat kalau aku paksakan untuk menghabiskan coklat dalam jumlah banyak.Satu coklat bar panjang habis aku makan dalam 2 sesi. Ga kuat kalau sekali hap.

Bunga
Aku suka sekali dengan bunga. Apapun nama, warna, bentuk, wangi atau tidak, aku tetap suka.
Dari sekian bunga yang aku kagumi, aku suka mawar. Bentuk dan warnanya indah buatku.
Dengan memandangnya aku merasa senang.
Aku suka memandang rangkaian bunga, gambar bunga ataupun satu bunga yang sedang mekar sendiri diantara hijaunya daun.
Aku sangat tersanjung jika diberi bunga.
Entahlah, buatku itu sangat istimewa, lebih dari sesuatu yang berharga

Tiga hal yang aku senangi di atas kadang membuatku berpikir.
Aku tidak seperti wanita pada umumnya yang suka belanja, suka berlama-lama di pasar atau pusat perbelanjaan hanya sekedar window shoping. Ke salon, perawatan atau sekedar potong rambut. Atau hal-hal lain yang disukai wanita.
Tapi tiga hal di atas menunjukan bahwa aku sebenarnya sama dengan wanita pada umumnya yang menyukai hal-hal yang kadang terlalu aneh dan biasa saja untuk disukai. Terutama bunga, semua wanita suka dengan bunga.
Jadi, aku tetap seorang wanita yang punya sisi sensitif seperti yang lain. Alhamdulillah....

Jumat, 26 April 2013

My 29th birthday

29 tahun yang lalu, dengan penuh kebahagiaan aku dilahirkan ke dunia. Disambut senyum bahagia dan diberikan nama indah.

Ditanggal yang sama, hari ini aku berkontemplasi. Aku sadar sisa umurku berkurang. Telah aku jalani hidup dengan bilangan tahun yang banyak tapi seakan semua seperti biasa. Tanpa ada sesuatu yang sangat berarti. Aku sadar, begitu banyak nikmat yang aku dapat tapi begitu sedikit manfaat keberadaanku. Satu hal terpenting, aku harus lebih bermanfaat.

Aku panjatkan do'a terbaik kepada pemilik jagat raya. Agar Dia selalu menjaga keimananku, menjaga hatiku, keistiqomahan dan cinta besarku untukNya, terus melimpahkan keberkahan dan ridhoNya untukku. Agar Dia mengizinkanku untuk bisa sesegera mungkin menjadi istri, hamil, melahirkan, menjadi ibu, menjadi wanita luar biasa untuk keluarga kecilku. Agar dia memudahkan segala urusanku, menyehatkan jasmani dan pikirku yang akan menjadi bekalku untuk "bekerja" demu ridhoNya. Agar Dia mengutuhkan aku, kedua orang tuaku, adik-adikku dalam satu keluarga yang penuh keberkahan. Agar Dia...Agar Dia...Agar Dia...mengabulkan semua do'a, pinta, dan harapku. Dan Allah, aku mohon dengan sangat kabulkanlah.
Aamiin..Aamiin..Aamiin..

Dan...hari ini aku senang, karena aku merasa aku "ada", tak peduli siapapun dan karena apa mereka membuatku merasa "ada".
Yang pasti aku senang..senang..senang..^_^

Minggu, 21 April 2013

Tentang Tulisanku

Aku menulis karena aku suka melakukannya. Ini seperti rutinitas yang aku lakukan sejak aku lancar membahasakan apa yang kurasa.

Apapun yang aku tulis pada dasarnya adalah ungkapan rasa yang ada di hati dan apa yang terbersit di kepala. Semuanya aku tulis dan kutujukan untuk diriku. Karena percaya atau tidak, aku merasakan sesuatu yang berbeda ketika aku mulau mencurahkan semua lewat kata-kata atau pada saat aku mengakhirinya. Jadi tulisanku adalah tentang diriku dan untuk diriku.

Dulu tidak pernah terpikir olehku, kelak tulisanku bisa dinikmati orang lain,mempengaruhi orang lain,membuat orang bahagia,membuat orang tertawa atau menangis begitu membaca tulisanku. Tapi,dengan semakin banyak buku yang aku baca dan ditambah pertemuan-pertemuan dengan orang-orang yang mempunyai bakat luar biasa dalam hal menulis,mulailah aku berpikir bahwa betapa senangnya bisa berbagi lewat sebuah tulisan. Betapa senangnya bisa mempunyai buku best seller yang dibaca banyak orang. Betapa senangnya mendengar orang menantikan kata-kata yang aku tulis. Betapa senangnya.

Ah, tapi aku tidak berbakat. Tulisanku hanya sebuah tulisan kosong, tak sarat makna. Mana bisa aku bisa mempengaruhi atau membuat orang lain merasakan apa yang aku tulis. Dan aku tidak berani mempublikasikan setiap tulisanku. Ini akan tetap menjadi konsumsi pribadi,menyenangkan pribadi. Sampai suatu saat nanti ada orang yang bilang, dia menyukai tulisanku dan mungkin saat itulah aku beranikan diri untuk membiarkan orang lain dengan leluasa membaca tulisanku yang sekaligus akan membaca pikiranku.

Sabtu, 20 April 2013

Saat ini

Aku ingin berada disuatu tempat dimana aku bisa langsung memandang birunya langit yang dihiasi awan putih,tanpa terhalang apapun. Bisa memandang hijaunya dedaunan langsung tanpa penghalang. Bisa memandang bunga-bunga indah tanpa penghalang. Bisa memandang jernihnya air yang mengalir disungai kecil dengan gemericik yang menenangkan tanpa penghalang.

Di tempat itu,aku ingin duduk lama menikmati "goresan pena" Sang Pencipta,sambil menikmati semilir angin.
Begitu indah,menenangkan dan menyenangkan.
Dan aku berdo'a waktu akan membawaku ke tempat itu. Segera.

Rabu, 17 April 2013

Penipu oh penipu

Jam dinding menunjukan pukul 03.00 saat pintu depan rumah diketuk berulang kali dengan terburu-buru. Ayahku yang membuka pintu dan mendapati uwa,kakak dari ibuku yang terlihat panik. Dengan intonasi yang berantakan dan tubuh gemetar,uwa mulai menjelaskan suatu hal yang membawanya harus datang ke rumahku dini hari.

"Jen dibawa polisi,katanya ketangkep karena disaku celananya ada narkoba,terus diminta untuk transfer uang 30juta sebagai tebusan biar prosesnya ga lanjut. Terus gimana nih?"jelas uwaku masih dengan nafas memburu.

Jen adalah panggilan untuk pamanku,adik dari ibuku yang bekerja di sebuah pabrik di daerah Anyer.
Dan narkoba,itu tidak mungkin karena kami sekeluarga tau siapa dan bagaimana pamanku. Satu hal yang ada dipikiran kami, pamanku dijebak.
Ayahku cuma diam,kaget sekaligus tidak percaya dengan apa yang didengar. Ayahku mulai menanyakan ini itu,kronologi jelasnya. Sambil juga terus bingung,tertangkap dimana,apa pamanku kerja shift malam,tapi kok tidak mampir ke rumah. Karena kebiasaan dari pamanku sebelum berangkat kerja malam mampir di rumah terlebih dahulu sambil menunggu mobil jemputannya datang.

Uwa meminta ayah menghubungi salah satu teman ayah yang menjadi TNI,tapi ayah ragu harus menghubungi siapa. Akhirnya ayah memintaku untuk membangunkan adik laki-laki ku dan memintanya untuk mengecek keberadaan pamanku di rumahnya. Ayah menduga,mungkin ini penipuan.
Sebelumnya,terlintas dalam pikirku untuk menghubungi ponsel pamanku. Setelah dihubungi ternyata tidak ada jawaban dan aku berinisiatif mengecek nomor ponsel yang menghubungi uwaku. Dan yang lebih memperkeruh suasana,ponsel uwaku mati. Sibuklah kita mencari charger. Setelah dihidupkan,barulah bisa dilihat nomor terakhir yang menghubungi uwaku. Nomornya asing,semakin kuat dugaan kami kalau ini penipuan. Tinggal menunggu kabar dari adikku yang sedang ke rumah paman.

Selang beberapa menit,karena memang rumah pamanku tidak jauh dari rumahku,adikku bilang kalau paman lagi tidur dan akan segera menyusul ke rumah. Pada saat menanyakan keberadaan paman ke istrinya adikku bilang kalau ada masalah dengan listrik dirumah. Dia tidak mau istri pamanku panik,jadi menggunakan alasan masalah listrik karena itu salah satu alasan kami jika membangunkan paman tengah malam atau pagi-pagi buta seperti kali ini.

Seisi rumah sudah mulai tenang,yang ada kami semua tertawa menyadari apa yang barusan terjadi. Menyadari sedikit kebodohan kami yang begitu panik,sampai harus berdebat ini itu untuk mencari solusi sebelum mengambil tindakan untuk menghubungi ponsel pamanku atau mengecek keberadaannya dirumahnya.

Penipu oh penipu
Mereka sangat tau bagaimana cara membuat panik si korban dengan menggunakan saudara,anak atau orang-orang yang dicintai sebagai trik. Karena rasa sayang itu dan kondisi panik sehingga banyak yang tidak berpikir jernih dan akhirnya mau mengikuti keinginan si penipu untuk mentransfer sejumlah uang.
Dan hampir saja keluarga kami menjadi korban,kami panik,kami tidak mengerti prosedur kepolisian soal tangkap menangkap karena kami tidak pernah berurusan dengan polisi kecuali untuk urusan SIM. Tapi untungnya, Allah masih melindungi kami dari kejahatan dunia. Alhamdulillah..

Subuh ini lumayan seru,kami semua diberi "kuliah subuh" tentang bagaimanapun kondisinya, pikiran dan hati kita harus tetap jernih agar tidak mengambil keputusan yang tidak benar.

Minggu, 14 April 2013

Bersama senja,Aku ingin Terbang

Sore ini seperti biasa kalau tidak ada kegiatan,aku buka jendela kamar dan duduk di dekatnya,menikmati angin sore yang semilir masuk mengisi ruang kamar.

Sayup terdengar lagu yang diputar adikku,lagu yang menemaninya mengerjakan tugas-tugas kuliah yang mulai menumpuk belakangan ini.

"I will fly" dari ten2five mengalun begitu saja. Seperti rasaku sekarang, aku ingin terbang biarpun cuma sejenak.meninggalkan bumi yg aku pijaki,aku ingin terbang dari tempatku saat ini yang mulai memberikan kejenuhan, aku ingin terbang ke suatu tempat dimana aku bisa menemukan aku dan diriku,terbang bersama senja melalui malam dan menyambut pagi.

Tapi aku tidak punya sayap,tak bisa terbang dan aku cuma bisa diam. Di sini, di tempat yang sama dengan kondisi yang sama dan kejenuhan yang juga masih sama.

Beruntung aku masih punya senja yang selalu setia memberikan keindahan,karena dengannya aku tak perlu terbang kemanapun. Cukup di sini,dari ruangan ini pun aku bisa menemukan diriku,bersama senja.