Masih terbayang jelas kejadian kemarin. Sungguh, sampai hari ini masih membuatku geleng kepala dan bertanya "kok bisa ya?"
Setiap orang seharusnya bisa menahan diri, menahan emosi. Aku pun bukan termasuk orang yang pandai menahan emosi, tapi setidaknya tidak untuk hal-hal yang kurang penting. Karena menahan emosi dan menahan diri dalam hal apapun itu penting. Agar tidak menyakiti orang lain, merusak suasana, dan membuang energi dengan percuma.
Dan kemarin, mereka seperti membuang energi percuma. Bagaimana tidak, mereka memperdebatkan sesuatu yg seharusnya tidak perlu diperdebatkan. Karena bisa ditanyakan, dibahasakan, dan dibicarakan dengan santai. Jadi, tidak ada yang merasa tersinggung, tidak ada yang merasa disusahkan, tidak ada yang terdzolimi pada akhirnya.
Tapi semua sudah terjadi, di depanku mereka saling berargumen, menjelaskan hal-hal yang seakan ditarik-tarik untuk menambah pembahasan, sampai ada yang setengah berteriak. Oh, andai mereka tau kalau aku gemetar menyaksikan itu dan aku cuma bisa diam menggeser-geser layar ponsel. Bahkan untuk pergi dari ruangan itu pun aku tidak bisa. Seperti dipaku.
Bukannya aku tidak pernah menyaksikan orang yang saling berteriak, aku pernah dan sama seperti kemarin, jantung berdebar dan gemetar.
Lalu apa bedanya?
Perbedaannya terletak pada apa yang dibahas, kalau perdebatan sebelumnya yang dibahas adalah uang masalah yang sensitif. Sedangkan kemarin hanya masalah sentimen pribadi, itu menurutku.
Memang sih, ditempat itu sering mempermasalahkan dan memperdebatkan hal-hal sepele karena satu orang tidak senang dengan satu, dua atau lebih orang lain. Tapi please deh...mau sampai kapan?
Jangan membuat orang lain jadi terganggu dong...
Dijaga lagi perkataannya, dipikir ulang setiap kaya yang mau diucapkan, seperti kita yang tidak ingin terluka karena perkataan orang lain