Kamis, 22 Januari 2015

Tujuh indikator kebahagiaan dunia

TUJUH INDIKATOR KEBAHAGIAAN DI DUNIA

1. QOLBUN SYAKIRUN (hati yg selalu bersyukur). Artinya selalu menerima apa adanya (qona'ah), sehingga tidak ada ambisi yang berlebihan, tidak ada stress, inilah nikmat bagi hati yang selalu bersyukur.(QS 13:28, 2:152, 16:18, 34:14, 55:13, 14:7)

2. AL-AZWAJU SHALIHAH (pasangan hidup yang sholeh). Pasangan hidup yang sholeh akan menciptakan, suasana rumah dan keluarga yg sholeh pula(QS 51:49, 17:32, 24:32, 24:26)

3. AL-AULADUL ABRAR (anak yg sholeh/sholehah). Do'a anak yg sholeh kepada orang tuanya dijamin dikabulkan Allah SWT, berbahagialah orang tua yang memiliki anak sholeh/sholehah.(QS 17:23, 31:14, 46:15, 29:8, 25:74)

4. AL-BAIATU SHOLIHAH (lingkungan yg kondusif untuk iman kita). Rasulullah menganjurkan kita untuk selalu bergaul dengan orang-orang sholeh yang selalu mengajak kepada kebaikan dan mengingatkan bila kita salah.(QS 4:69, 51:55, 26:214, 5:2)

5. AL-MALUL HALAL (harta yang halal). Bukan banyaknya harta tapi halalnya harta yang dimiliki. Harta yang halal akan menjauhkan setan dari hati. Hati menjadi bersih, suci dan kokoh sehingga memberi ketenangan dalam hidup. Berbahagialah orang yang selalu dengan teliti menjaga kehalalan hartanya.(QS 2:267, 43:36-37, 2:269, 2:155)

6. TAFAKUH FID-DIEN (semangat untuk memahami agama). Dengan belajar ilmu agama, akan. semakin cinta kepada agama dan semakin tinggi cintanya kepada Allah SWT dan Rasulnya. Cinta inilah yang akan memberi cahaya bagi hatinya.(QS 45:20, 3:138, 5:16, 4:174, 2:269)

7. UMUR YANG BAROKAH
Artinya umur yang semakin tua semakin sholeh, setiap detiknya diisi dengan amal ibadah. Semakin tua semakin rindu untuk bertemu dengan Sang Pencipta. Inilah semangat hidup orang2 yang barokah umurnya. (QS 2:96, 35:37, 36:68, 225).

Semoga kita semua dikaruniai kebahagiaan di dunia dan di akhirat. 
Aamiinn ya Rabbal Alamin.

Selasa, 13 Januari 2015

Konfirmasi

Engkau tahu apa yang aku mohonkan
Tentang apa yang sering aku rapalkan di sujud terakhir
Yang selalu aku ucapkan tanpa absen ketika mengangkat tangan dan saat hendak memejam

Dan kali ini dengan lancang aku bertanya
Tak pantaskah aku menerimanya?
Ataukah ini yang kau hendaki?
Terbaik yang bukan hanya aku harapkan
Tapi juga yang kau kehendaki

Sekali lagi aku memohon
Keluarkan aku dari ragu
Tuntun aku sesuai mauMu
Aku ikut
Aku turut

Minggu, 11 Januari 2015

Tak Perlu Risau

Tak perlu risau aku tak bahagia.
Aku bahagia seperti semua bahagia yang kamu rasakan.
Aku bahagia ketika melihatmu bahagia.

Aku mungkin menangis
Tapi sekali lagi kau tak perlu risau
Aku sudah terbiasa dengan air mata
Dan tangisku adalah tangis bahagia.

Kamu akan tetap melihat senyumku
Hari ini dan seterusnya seperti yang biasa kamu lihat
Tersenyum karena aku bahagia
Dan akan selalu bahagia

Sabtu, 10 Januari 2015

Menghadapi Masalah

Setiap kita memiliki masalah masing-masing. Titik tekannya bukan pada seberapa besar masalah yang dihadapi, tapi bagaimana cara menyikapi masalah. Mencari solusi dari tiap masalah, menghadapinya, bukan jatuh terpuruk.

Mengerti bahwa ada hikmah
tersembunyi dari setiap masalah yang dihadapi.
Bahwa ada pelajaran yang harus digali dari setiap persoalan dan kesulitan yang seakan terus mengikuti.

Mengerti bahwa semuanya kelak
justru akan mendewasakan, membuat semakin kuat, semakin sabar dan menjadi lebih baik.

Maka bijak menyikapi masalah adalah sebuah keharusan.
Mencari solusi dan terus meminta, bila perlu memohon dengan sangat pada Sang Pemberi Solusi Terbaik.
Menjadikan sholat dan sabar sebagai pengobat hati yang gundah.

Percayalah, seperti setiap penyakit yang ada obatnya, demikian halnya bahwa tidak ada masalah yang tidak ada solusinya.
Hanya perlu berusaha, optimis dan selalu berprasangka baik.