Beberapa hari ini seperti diberi jalan untuk menemukan tulisan-tulisan inspiratif. Mulai dari penulis sungguhan sampai yang amatir, yang hanya ingin bercerita tentang dirinya di blog seperti aku. Dan sungguh itu membuat aku bersemangat untuk rajin meluangkan waktu beberapa menit memainkan jari-jari ini. Walaupun sekedar menyampaikan apa yang aku rasa.
Dari mereka aku semakin memantapkan hati bahwa menulis bukan lagi sekedar hobi atai kebiasaan tapi kebutuhan. Seperti halnya beribadah, membaca ataupun menuntut ilmu. Bahwa sesempit apapun waktu yang ada, sepadat apapun kegiatan harus selalu meluangkan waktu beberapa menit untuk memenuhi kebutuhan itu. Ini seperti waktu berharga buat aku. Tidak peduli apa yang aku tuangkan dalam tulisan, tidak peduli nantinya akan ada yang membaca atau tidak, tidak peduli bahasanya acak-acakan, semua mengalir begitu saja.
Begitulah amatir, yang penting hati senang. Perasaan bahagia ketika merangkai kata-kata dan membacanya setelah titik terakhir sudah cukup tanpa harus memikirkan yang lain. Berbeda dengan penulis profesional yang mungkin akan memikirkan isi, alur cerita, bahkan EYD. Yang setelah selesai menulis, secara sukarela mengedit tulisannya, membuang bagian-bagian yang kurang penting, menambahkan pemanis disana sini agar tulisannya bukan sekedar utuh tapi enak untuk dibaca lebih dari satu kali.
Ada keinginan untuk menjadi penulis profesional, bahkan menjadi salah satu impian dalam hidup. Dimana kelak aku bisa membaca sebuah buku yang disampulnya tertera namaku. Menuliskan sesuatu di halaman persembahan dan membubuhkan tanda tangan untuk para pembaca. Bukan apa-apa, rasanya pasti senang sekali mengetahui apa yang aku tulis dibaca oleh orang banyak bahkan orang yang tidak aku kenal. Tapi itu butuh waktu, butuh keseriusan sedangkan saat ini saja aku belum bisa rutin meluangkan waktu setiap hari untuk menulis.
Entah sudah berapa cerpen yang tidak aku selesaikan. Ada yang baru setengah jalan, lebih parah lagi ada yang tinggal menentukan akhir ceritanya saja tapi aku biarkan karena mentok bingung mau dibuat seperti apa. Alhasil semuanya aku relakan hilang waktu komputernya harus diinstal ulang.
Menulis puisi apalagi, hampir tidak pernah. Aku seperti kehilangan kata-kata indah, bahkan untuk membuat sebait puisi. Entahlah.
Dan dari tulisan-tulisan yang aku temukan dan aku baca akhir-akhir ini aku seperti menemukan kembali semangat menulis seperti saat masih sekolah. Semangat bercerita kepada diri sendiri melalui tulisan. Menemukan kembali teman terbaik untuk berbagi. Dan yang pasti menemukan sebuah kebahagian lagi dengan cara yang berbeda. Semoga hari ini dan seterusnya tetap bersemangat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar