Senin, 26 Agustus 2013

Kontemplasi Embun

Setiap manusia punya hidupnya masing-masing, punya ceritanya masing-masing. Mungkin ada beberapa bagian yang sama tapi tidak akan sama persis dari awal sampai akhir. Seperti sifatnya yang tidak akan pernah sama, jalan ceritanya pun demikian. Ibarat sebuah produk yang mempunyai kode produksi yang berbeda satu sama lain.

Takdir sudah menuliskannya seperti itu. Memang ada takdir yang bisa dirubah dengan ikhtiar manusia itu sendiri, tapi semua kembali lagi kepada keputusan Sang Pemilik Hidup.
Misalnya saja manusia sudah bekerja banting tulang tapi rizkinya, penghasilannya tetap saja pas-pasan. Kalau sudah seperti itu yang dibutuhkan adalah tawakal dan berbaik sangka, bahwa itulah bagian dia dan kondisi seperti itulah yang terbaik untuknya.

Yang terbaik. Tentu bukan menurut pandangan dan kriteria manusia tapi menurut pandangan dan kriteria Sang Pemilik manusia.
Bisa jd menurut manusia baik, belum tentu menurut Dia baik.
Misalnya saja manusia merasa membutuhkan sesuatu, sudah berdo'a dan berusaha tapi belum mendapatkannya. Bisa jadi itu karena menurutNya manusia tersebut belum terlalu membutuhkan. Kalau sudah seperti itu ya tinggal tawakal, terus berusaha dan berdo'a sampai mendapatkan apa yang dibutuhkan. Sampai dipantaskan untuk mendapatkan apa yang dibutuhkan. Ternyata yang di dapat tidak sesuai keinginan, tidak usah kecewa. Disyukuri.

Akhirnya tidak akan ada keluh kesah berkepanjangan, tidak ada kata putus asa. Ketika mulai mengeluh itu tidak akan menjadi kondisi yang lama. Hanya sebentar kemudian kembali bersemangat untuk berusaha. Ketika datang perasaan sedih, itu pun sesaat. Kemudian tersenyum menatap jalan panjang yang harus dilalui. Semua karena keyakinan bahwa setiap manusia akan selalu mendapatkan yang terbaik menurut kriteria Sang Pemilik manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar