Jumat, 09 Agustus 2013

Getting Older

Kedua orang tuaku sudah mulai lanjut usianya.

Ayah, yang dulu badannya berisi bahkan cenderung gemuk kini sudah mulai mengurus. Saat berkesempatan memijat kakinya, aku sadar betisnya tidak lagi sekekar dulu. Tangannya pun demikian. Tinggal perut yang sudah terlanjur membuncit.
Rambutnya sudah banyak yang putih, walaupun tidak terlihat karena sering dicabut. Bukan apa-apa, karena uban yang tumbuh membuat gatal kayanya.

Ibu, sama saja. Terlihat lebih kurus. Saat mencium tangannya, aku mulai merasakan hidungku beradu dengan tulang punggung tangannya. Saat mencium pipinya, tidak lagi membal karena pipi tembemnya. Tapi menempel lembut, bersentuhan dengan kulit yang mulai keriput. Rambutnya, sudah mulai kalah yang hitam dengan yang putih. Apalagi di bagian depan.

Fisik mereka menunjukkan betapa mereka sudah mulai lanjut, sudah menjadi pengingat bagi anak-anaknya dan seakan berkata, "sekaranglah waktu kalian".
Sekarang waktunya untuk lebih berbakti, lebih membuat bangga, lebih membuat bahagia, lebih perhatian, lebih dan lebih.
Walaupun semua kalimat itu tidak terucap dari bibir mereka. Ya, hanya tampilan fisik yang memberi isyarat alami.

Namun, bagaimanapun mereka. Meski fisik mulai berubah, mereka tetaplah sandaran kami setelah Allah. Terutama aku. Tidak ada teman untuk bercerita dan berbagi kisah senyaman mereka.
Mereka masih tetap menjadi orang yang paling dicari saat pulang dari kegiatan luar rumah.
Menjadi alasan untuk segera pulang.

Sehat selalu ya ayah dan amih..
I love you so much more..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar