Baginya, sahabat itu tak perlu banyak ungkapan
tak perlu banyak perhatian, tak umum
tapi memahami, menjaga komunikasi, menjaga perasaan, menjaga rahasia
sedikit perhatian tapi itu yang diperlukan
tau apa yang sahabatnya butuhkan
tulus bukan karena kepentingan
dan selalu mendo'akan tanpa diminta
arti itu yang coba dia ungkapkan
awalnya aku tidak mengerti, tapi perlahan aku mulai merasa
aku tidak mengerti dengan isyarat-isyarat yang dia berikan
kadang perhatian kecilnya pun aku lewatkan
tapi sikapnya, ucapannya selalu membuat aku terkesima
bentuk perhatian luar biasa yang tak pernah aku berikan untuknya
Dia pendengar yang baik untuk aku yang terlalu banyak bicara
pribadi yang bijak untuk aku yang kadang kekanakan
dan sesekali manja untuk menumbuhkan kedewasaanku
dengannya kadang aku seperti tidak punya alasan mengapa aku tersenyum dan menangis
sekarang jarak kita beratus kilometer
kangen pasti memburu tapi seperti biasa dia akan muncul dengan kejutan tak terduga
Sist,
saat kamu kembali, mimpiku sudah terwujud
dan akan kuceritakan padamu, insyaAllah ...^_*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar