Untuk sebagian besar siswa/mahasiswa/pelajar menganggap mencontek adalah hal yang biasa, karena sudah biasa dilakukan dan masif. Mereka tidak berfikir bahwa nyontek itu salah, apalagi sampai berfikir dosa. Guru/pengawas yang melarang nyontek dengan ketat disebut killer dan diberikan julukan-julukan lain yang kurang pantas.
Nyontek itu salah karena dia membohongi diri sendiri dan orang lain. Sebenarnya tidak bisa mengerjakan soal yang diberikan tapi karena nyontek maka nilai sempurna pun bisa di dapat. Dan kalau berbohong berarti dosa kan?
Sayangnya masih banyak yang tidak berfikir demikian. Mereka yang nyontek artinya menghalalkan segala cara demi mendapatkan nilai terbaik, tidak perduli salah atau benar. Yang penting mendapatkan nilai baik dengan usaha yang minimal, kalau perlu tanpa usaha selain nyontek.
Yang mengkhawatirkan adalah, ketika kebiasaan untuk menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan atau menggunakan cara-cara instan agar tujuannya tercapai menjadi kebiasaan yang melekat. Kelak mereka tidak memperdulikan lagi norma, aturan, hukum, dan hak-hak orang lain dalam mencapai keinginan dan tujuan yang ingin dicapai. Jadi, jika tidak diubah dari sekarang bukan tidak mungkin apa yang dikhawatirkan akan terjadi.
Beberapa upaya dilakukan sekolah demi menekan budaya nyontek menyebar luas. Mulai dari pengawasan yang ketat oleh pengawas, menggunakan cctv di ruangan, sampai menggunakan cara seperti di gambar yang aku sisipkan pada tulisan ini. Semua demi menciptakan dan membiasakan sikap jujur mulai dari hal kecil.
Mereka adalah orang-orang yang akan memegang peranan dalam kehidupan masyarakat kelak. Menggantikan posisi-posisi yang sekarang ditempati orang-orang tua. Mereka harus mempunyai sikap jujur, bekerja keras, dan tidak menghalalkan segala cara untuk mencapai sesuatu. Sehingga tatanan dalam masyarakat berjalan dengan baik sesuai perintah agama, norma, aturan dan hukum yang berlaku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar