Senin, 06 Oktober 2014

Azki

"Bu guru, anaknya mana mana?"
Masya Allah, tua banget kah mukaku sampai anak itu mengajukan pertanyaan tadi.
"Bu guru belum punya anak, sayang" aku tersenyum kecut.
"Oh, belum melahirkan ya?"
"Belum."
"Nanti kalau sudah melahirkan, nama anaknya siapa?"
"Ehm...siapa ya? Kalau Azki boleh kasih nama, mau dikasih nama apa?"
"Safira aja, bagus tuh bu."
"Ih..Safira sih udah banyak yang punya"
"Nggak papa, bagus kok" jawabnya polos sambil menggerak-gerakkan kakinya di bawah kursi.
Aku cuma bisa tersenyum sambil mencubit kecil pipinya yang tirus.

Azki, anak dari temanku di sekolah yang dominan otak kanannya. Anak luar biasa, karena umur kurang dari 4 tahun sudah bisa menyebutkan seluruh anggota tubuh dalam bahasa indonesia, bahasa inggris dan bahasa arab. Hanya saja dia lemah dalam hal fokus. Anak luar biasa yang membutuhkan perhatian luar biasa.

Biasanya kalau dibawa ke sekolah dan ngobrol denganku, aku yang mulai bertanya. Hari ini berbeda, ketika aku duduk di sampingnya secara spontan dia bertanya hal yang mengejutkan, dan terjadilah percakapan seperti di atas.

Awalnya sempat bingung, kok dia bertanya anakku mana, tapi setelah lama mengakhiri percakapan di atas dan kami mulai membicarakan hal lain, akhirnya aku bisa tahu kenapa dia bertanya seperti itu. Jadi seingat dia, aku punya anak karena aku pernah membawa keponakanku ke sekolah dan dia suka melihat galeri foto di ponselku yang memang banyak foto keponakanku. Dia menganggap keponakanku adalah anakku.

Ah, Azki emang unik. Aku pernah dibuat kelelahan menemani dia yang naik turun tangga di sekolah. Pernah mendekapnya erat dan menggandengnya keras sambil berbicara agak tegas ketika menemaninya berbelanja di minimarket karena dia mau mengambil semua barang yang dia mau. Pernah tersenyum bahkan tertawa ketika dia menyanyi atau bertanya hal-hal diluar dugaan seperti hari ini.
Azki sekarang sudah 7 tahun, semoga tetap membanggakan dan tetap luar biasa

Tidak ada komentar:

Posting Komentar