Jumat, 10 Oktober 2014

Curhat Jatuh Cinta

Sebuah sms masuk saat aku berada di ruang tunggu sebuah klinik, mengantar adik yang berobat.

"Teh, aku lagi suka sama seseorang nih...."

Aku cuma bisa senyum-senyum mendapati sms itu, bingung mau menanggapi seperti apa.

Sms itu dari adik binaanku yang sekarang duduk di kelas XII. Seorang mantan ketua keputrian yang dulu malu-malu, tak pernah cerita atau membahas teman lelaki, sekarang mengirimiku kabar kalau dia sedang jatuh hati kepada seseorang dari sekolah lain yang beberapa kali dia temui di suatu kegiatan rohis se kotaku. Mungkin ini seperti cinta lokasi atau cinlok.

Aku tidak bisa menyalahkan apa yang dia rasa, karena memang itu naluriah, tidak salah. Aku cuma bisa mengingatkan bagaimana caranya mengatur rasa yang datang tiba-tiba itu. Bagaimana caranya agar anugerah itu bukan menjadi petaka. Agar tidak terpengaruh bisikan-bisikan setan yang kadang membuat yang salah menjadi serba indah.

Bersyukur karena ternyata dia tahu dan mengerti. Hanya perlu waktu untuk dia belajar memendam lebih rapih rasanya. Karena kalau aku lihat dibeberapa status facebooknya, menunjukkan sekali apa yang dia rasa. Dia pun jujur mengakui kalau sebenarnya dia juga ingin mengetahui apa yang dirasakan orang yang dia sukai.

Aku cuma bisa memintanya untuk banyak-banyak beristighfar, memendam rasa, dan lebih banyak bercerita dengan Allah.
Itu berdasar pengalaman pribadi.
Ya, aku pun pernah merasakannya, mengalaminya, dan bersyukur bisa mengaturnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar