Selasa, 06 November 2012

ANGKOT (part 1)

Sebagai "angkoters" sejati, banyak kejadian yang aku alami selama menjadi penumpang setia angkutan umum ini. Mulai dari pelajaran-pelajaran kecil, kekesalan, perasaan jengkel, kekaguman, bahkan tidak jarang olah raga jantung pun aku alami.

Dimulai dari cerita kekagumanku pada seorang ibu dan 2 orang anaknya, yang beberapa kali bersamaku dalam satu angkot.

Hari itu, perjalananku ke sekolah terasa singkat. Aku sibuk memperhatikan seorang ibu dan dua orang anaknya yang sedang asyik. Anak perempuannya tanpa dikomando langsung mengambil buku dalam tas kemudian membukanya, seketika ia sibuk membaca buku yang diambilnya, diam-diam aku lirik sampul bukunya. Oh, pelajaran IPA untuk SD kelas 4. Rupanya anak perempuan ibu ini anak kelas 4 SD. Mulutnya komat-kamit menghafalkan kalimat demi kalimat. Mau ulangan harian sepertinya.

Sedangkan sang ibu sibuk mengajari anak laki-laki kecilnya membaca buku Iqro. Sambil dipangku, si anak fasih melafalkan tiap kata yang tertulis dalam buku tersebut, sambil sesekali diperbaiki oleh ibunya. Beberapa lembar buku Iqro dibaca oleh anak itu. Setelah selesai, sang ibu menanyakan beberapa do'a harian kepada si anak. Dengan sangat mudah anaknya menjawab semua do'a yang diminta.

Beberapa hari berikutnya, aku kembali bertemu mereka di angkot. Mereka melakukan aktivitas yang hampir sama seperti pertemuan sebelumnya. Keluarga kecil ini bersemangat sekali sepertinya, diselingi dengan candaan kecil yang kadang tanpa sadar membuat aku ikut tersenyum. Serta pujian kecil yang dilontarkan sang ibu untuk kedua anaknya.

Tidak ada raut ketidaksukaan terpancar pada wajah kedua anak ibu itu. Mereka berdua seperti menikmati kegiatan mereka di angkot, yang mungkin hampir setiap pagi dilakukan.
Kebiasaan belajar giat, kebiasaan memanfaatkan waktu yang diajarkan sang ibu kepada kedua anaknya membuat aku kagum. Sang Ibu membuat anaknya menyadari dan memahami apa yang diajarkan sehingga mereka melakukannya tanpa paksaan, melakukannya dengan senang hati.Kekaguman muncul.. salut luar biasa untuk ibu itu yang mampu mengajarkan kebiasaan baik untuk anak-anaknya.

***Kegiatan kecil yang baik, yang dilakukan berulang-ulang akan menjadi kebiasaan baik dan kemudian akn menjadi kebutuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar