“…Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk
yang sebaik-baiknya, kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang
serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan;
maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya…” (Q.S. At-Tin :
4-6)
Dari penggalan ayat di atas, dapat kita ambil
pelajaran bahwa jika kita tidak ingin menjadi orang yang dikembalikan ke tempat
yang serendah-rendahnya (neraka), maka kita harus beriman dan mengerjakan
kebajikan. Dan bagaimana bisa terus mengerjakan kebajikan?, maka kita harus bisa
mengoptimalkan potensi diri terus memperbaiki diri. Karena pada hakikatnya
manusia harus terus memperbaiki diri atau berubah menjadi lebih baik sebagai
bentuk rasa syukur atas nikmat akal yang telah diberikanNya.
Lalu bagaimana cara mengoptimalkan diri?
Caranya dengan belajar mengenal diri sendiri, belajar
konsep diri.
Konsep diri adalah persepsi seseorang terhadap dirinya
sendiri, pengakuan akan kemampuan, tentang perannya serta penilaian atas dirinya.
Kategori dari konsep diri dibagi menjadi tiga, yaitu :
1. Aku diri
: aku seperti aku pahami
2. Aku
sosial : aku seperti yang orang lain nilai
3. Aku ideal
: aku seperti yang aku inginkan
Dari ketiga konsep itu haruslah seimbang. Jika aku
diri lebih besar dari aku sosial, maka kita akan menjadi orang yang sombong.
Jika aku sosial lebih dominan dari aku diri, maka kita menjadi orang yang tidak
percaya diri. Dan, jika aku ideal lebih besar dari yang lain, maka kita menjadi
orang yang tidak realistis. So, ketiganya harus seimbang. Memahami diri sendiri
sesuai porsinya, menanggapi penilaian orang lain akan diri kita sesuai dengan
porsinya dan menentukan target, tujuan, atau misi hidup.
Saat konsep diri sudah dikuasai, kePDan akan muncul
dengan sendirinya. PD atau percaya diri adalah pemahaman terhadap kemampuan
diri. Orang yang percaya diri mengetahui kelebihan dan kelemahannya. Tidak
sibuk dengan kelemahannya dengan cara menutupinya, tapi mengoptimalkan segala
kelebihannya. Sehingga dia akan sibuk bekerja dengan segala potensinya yang
ada, bekerja semaksimal yang dia mampu. Orang yang percaya senang mencoba
hal-hal baru, tidak diam, dan tidak senang berlama-lama di zona nyaman.
Kebalikannya, orang yang tidak percaya diri maka dia sudah tentu menghambat
optimalisasi dirinya dan senang berada di zona nyaman serta tidak suka dengan
tantangan atau hal-hal baru.
Ada beberapa prinsip untuk memperkuat percaya diri,
antara lain :
1. Tumbuhkan
mental positif, dengan selalu berbicara dan berpikir positif dengan diri
2. Bijaksana
dalam menentukan target atau menganut prinsip SMART (specific, measurable,
achieve, realible, dan time bond) dalam membuat target
3. Belajar
cara bergaul
4. Perhatikan
penampilan fisik dan psikis
5. Bergaul
dengan orang yang memiliki percaya diri tinggi
Sedangkan, untuk mengoptimalkan diri dapat dilakukan
dengan langkah-langkah seperti :
1. Mengenal
diri, belajar konsep diri
2. Menentukan
standar-standar tertinggi
3. Membangun
prinsip profesionalisme
4. Menemukan
hal-hal baru atau berinovasi

Tidak ada komentar:
Posting Komentar