Senin, 25 November 2013

Konsep Diri Untuk Mengoptimalkan Diri


“…Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya, kemudian Kami kembalikan dia ke tempat yang serendah-rendahnya, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan; maka mereka akan mendapat pahala yang tidak ada putus-putusnya…” (Q.S. At-Tin : 4-6)

Dari penggalan ayat di atas, dapat kita ambil pelajaran bahwa jika kita tidak ingin menjadi orang yang dikembalikan ke tempat yang serendah-rendahnya (neraka), maka kita harus beriman dan mengerjakan kebajikan. Dan bagaimana bisa terus mengerjakan kebajikan?, maka kita harus bisa mengoptimalkan potensi diri terus memperbaiki diri. Karena pada hakikatnya manusia harus terus memperbaiki diri atau berubah menjadi lebih baik sebagai bentuk rasa syukur atas nikmat akal yang telah diberikanNya.

Lalu bagaimana cara mengoptimalkan diri?

Caranya dengan belajar mengenal diri sendiri, belajar konsep diri.

Konsep diri adalah persepsi seseorang terhadap dirinya sendiri, pengakuan akan kemampuan, tentang perannya serta penilaian atas dirinya. Kategori dari konsep diri dibagi menjadi tiga, yaitu :
1.      Aku diri : aku seperti aku pahami
2.      Aku sosial : aku seperti yang orang lain nilai
3.      Aku ideal : aku seperti yang aku inginkan

Dari ketiga konsep itu haruslah seimbang. Jika aku diri lebih besar dari aku sosial, maka kita akan menjadi orang yang sombong. Jika aku sosial lebih dominan dari aku diri, maka kita menjadi orang yang tidak percaya diri. Dan, jika aku ideal lebih besar dari yang lain, maka kita menjadi orang yang tidak realistis. So, ketiganya harus seimbang. Memahami diri sendiri sesuai porsinya, menanggapi penilaian orang lain akan diri kita sesuai dengan porsinya dan menentukan target, tujuan, atau misi hidup.

Saat konsep diri sudah dikuasai, kePDan akan muncul dengan sendirinya. PD atau percaya diri adalah pemahaman terhadap kemampuan diri. Orang yang percaya diri mengetahui kelebihan dan kelemahannya. Tidak sibuk dengan kelemahannya dengan cara menutupinya, tapi mengoptimalkan segala kelebihannya. Sehingga dia akan sibuk bekerja dengan segala potensinya yang ada, bekerja semaksimal yang dia mampu. Orang yang percaya senang mencoba hal-hal baru, tidak diam, dan tidak senang berlama-lama di zona nyaman. Kebalikannya, orang yang tidak percaya diri maka dia sudah tentu menghambat optimalisasi dirinya dan senang berada di zona nyaman serta tidak suka dengan tantangan atau hal-hal baru.

Ada beberapa prinsip untuk memperkuat percaya diri, antara lain :
1.      Tumbuhkan mental positif, dengan selalu berbicara dan berpikir positif dengan diri
2.  Bijaksana dalam menentukan target atau menganut prinsip SMART (specific, measurable, achieve, realible, dan time bond) dalam membuat target
3.      Belajar cara bergaul
4.      Perhatikan penampilan fisik dan psikis
5.      Bergaul dengan orang yang memiliki percaya diri tinggi

Sedangkan, untuk mengoptimalkan diri dapat dilakukan dengan langkah-langkah seperti :
1.      Mengenal diri, belajar konsep diri
2.      Menentukan standar-standar tertinggi
3.      Membangun prinsip profesionalisme
4.      Menemukan hal-hal baru atau berinovasi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar