Dalam berinteraksi dengan orang lain kita perlu memahami seperti apa orang yang diajak berinteraksi. Supaya paham maka biasanya kita akan menilai orang tersebut karakternya seperti apa. Karena setiap orang mempunyai "cetak biru"nya masing-masing. Tidak ada orang yang sama persis, bahkan dengan saudara kembarnya sekalipun.
Dengan melakukan penilaian diharapkan komunikasi bisa terjalin efektif dan interaksi akan menjadi mudah.
Perkara nilai menilai orang itu butuh keahlian. Harus betul-betul dicermati, jadi tidak asal menilai orang yang sebenarnya belum kita kenal baik. Karena jika seperti itu maka bisa jadi yang ada adalah salah memberikan penilaian. Bukan pemahaman dan komunikasi efektif yang di dapat, melainkan perselisihan tak penting.
Keahlian tersebut harus diasah. Bagaimana? Ya dengan banyak-banyak berinteraksi dengan orang lain. Sehingga semakin banyak karakter orang yang kita jumpai kemudian akhirnya kita bisa menentukan harus bersikap seperti apa kepada orang yang kita ajak berinteraksi. Bisa juga dengan membaca buku-buku yang membahas tentang bagaimana mengenal karakter orang.
Bukan hanya itu, menjadikan diri sendiri sebagai orang yang harus memahami orang lain terlebih dahulu akan sangat membantu jika dibandingkan menuntut orang lain untuk memahami kita terlebih dahulu. Menjadikan kita sebagai penonton, pengamat dari setiap sikap, tingkah laku dan mimik dari orang lain. Selain itu mengenal dan menilai diri sendiri. Bagaimana mengenal orang lain dengan baik jika diri sendiri saja tidak kenal. Bagaimana bisa memberikan penilaian yang baik untuk orang lain jika diri sendiri tidak dinilai dengan baik. Mengapresiasi diri sendiri kemudian mengapresiasi orang lain.
Tapi, meski langkah-langkah seperti yang diuraikan di atas sudah dilakukan, tidak menutup kemungkinan kita masih saja salah menilai orang. Meski sudah bertahun-tahun mengetahui dan berinteraksi, belum tentu kita betul-betul mengenal pribadi lawan kita berinteraksi. Karena hakikat mengenal itu tidak cukup sekali, tidak dibatasi waktu. Selama kita masih berinteraksi dengan seseorang maka selama itu proses saling mengenal dan menilai karakternya dilakukan.
##Tulisan ini bukan berdasarkan data ilmiah, melainkan berdasarkan pada pengalaman pribadi. Maka ketidaksesuaian ataupun ketidakcocokan dengan kondisi masing-masing orang akan sangat mungkin terjadi.
Hanya sekedar berbagi pengalaman.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar