Kamis, 20 Juni 2013

Angkot (part 4)

Jujur,ada ketidaknyamanan setiap kali berada d angkot yang penuh sesak dengan penumpang. Bukan karena tidak leluasa duduk, bukan pula karena bau keringat, bau parfum, dan bau-bau lainnya campur jadi satu. Tapi karena angkot belum ada yang khusus perempuan. Laki-laki dan perempuan campur dalam satu angkot.

Jika kebetulan penumpangnya perempuan semua maka tidak akan menjadi masalah. Tapi saat penumpang beragam, ditambah mendapatkan tempat duduk yang bersebelahan dengan laki-laki, rasa tidak aman itu muncul. Sangat mengerti jika penumpang laki-laki di sampingku tidak akan berbuat macam-macam. Tapi kondisi seperti itu sangat kontras dengan prinsipku. Aku sebisa mungkin menjaga jarak - dalam arti sebenarnya maupun tidak - dengan laki-laki yang bukan muhrim. Takut jika kelak dijilat api neraka karena bersentuhan dengan laki-laki yang bukan muhrim. Tapi di angkot, sulit sekali. Angkot bukan punya pribadi yang dengan leluasa bisa kita atur posisi duduk penumpangnya.

Memilih angkot yang tidak penuhpun bukan hal yang mudah. Jumlah penumpang angkot saat naik sampai turun tidak bisa diprediksi, sama sekali.
Bisa jadi pada saat naik cuma satu dua orang, begitu diperjalanan angkotnya penuh. Karena angkot penuh terus adalah do'a semua sopir angkot.
Belum lagi kondisi angkot yang sepi kadang menimbulkan kecemasan yang berbeda. Banyak berita di berbagai media, terutama televisi, yang memberitakan tentang kejahatan yang dilakukan di dalam angkot. Dan pengalaman pribadi yang pernah satu kali menyaksikan pencopetan di angkot tapi tidak bisa berbuat apa-apa dan dua kali hampir dicopet, beruntung Allah masih melindungi.

Trauma yang membekas menjadikan aku kadang berprasangka buruk jika di angkot sepi dan menemukan penumpang dengan gelagat yang mencurigakan. Biasanya aku menjadi tidak tenang, rasanya ingin cepat sampai. Dan trauma itu yang membuat aku selalu waspada dan lebih berhati-hati di dalam angkot.
Trauma itu tidak menyebabkan aku menjadi kapok untuk menggunakan jasa angkot, karena sampai saat ini aku masih sangat membutuhkan untuk mobilisasi.

Akhirnya hanya bisa berdo'a, semoga Allah mengampuniku dan melindungiku dari segala bentuk kejahatan. Aamiin...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar