Selasa, 05 Agustus 2014

Angkot (part 9)

Selasa, 05 Agustus 2014

Bertemu teman lama itu menyenangkan. Seperti hari ini, aku bertemu dengan teman kuliahku, salah satu partner praktikum fisika dasar yang gokil abis. Anaknya malas kalau harus buat laporan setelah praktikum, itu yang membuat aku sering uring-uringan karena satu jam sebelum praktikum laporan belum siap dan artinya terancam tidak bisa ikut praktikum, karena salah satu syarat mengikuti praktikum adalah mengumpulkan laporan. Dalam hal laporan memang menjengkelkan tapi saat pelaksanaan praktikum dan di luar urusan laporan, temanku ini menyenangkan. Bagaimana tidak, kami pernah sekali waktu hanya beberapa menit menyelesaikan tes pendahuluan karena asisten laboratorium adalah karibnya. Selama praktikum, dia akan mengeluarkan celetukan-celetukan yang selalu membuat tertawa. Dan dia masih sama, bahasanya ringan seperti biasa, menyenangkan dan tidak memojokkan, menggurui ataupun menghakimi.

Obrolan ringan pun terjadi. Bermula dari dia yang bercerita tentang pekerjaannya, yang ternyata dia baru saja pindah ke tempat kerjanya yang sekarang, karena tempat yang dulu manajemen perusahaannya kurang profesional. Berlanjut ke cerita beberapa teman yang juga aku kenal. Semua mengalir begitu ringan, sampai pertanyaan itu pun meluncur dengan ringan dan entah kenapa aku jawab dengan ringan juga.

"Loe udah married?"

"Belum"

Dia diam dan cuma tersenyum sambil menampilkan mimik wajah yang aku paham betul artinya.

"Kenapa loe senyum-senyum?"

"Ah, loe pilih-pilih sih, yang lain udah pada married loh"

"Gak juga kok, nanti juga ada masanya giliranku"

"Oke, ada masanya" jawab dia sambil tersenyum

Jujur no hurt feelling saat dia tanya seperti itu, tidak seperti saat yang lain yang bertanya. Mungkin karena dia bertanya tidak langsung, dengan ringan dan setelah merespon jawabanku dia langsung mengalihkan pembicaraan ke topik lain.

Sama seperti yang lainnya, dia pun menganggap aku pilih-pilih.
Bukankah menikah harus dengan orang yang baik, jadi harus memilihkan?
Tidak asal menerima siapapun yang mendekat apalagi cuma sekedar bilang cinta.
Tidak cuma sekedar menanggalkan status single lantas menerima siapapun. Apalagi yang dari segi agama belum masuk kriteria baik.
Dan sekarang aku menunggu masa itu tiba

Tidak ada komentar:

Posting Komentar