Belakangan aku seperti ditarik ke masa lalu. Bertemu dengan orang-orang lama secara tidak sengaja atau mengulang kejadian-kejadian yang sama seperti dulu, juga tanpa sengaja.
Seperti pagi ini, ketika salah seorang pria masuk ke dalam angkot yang aku tumpangi membawaku ke masa lalu lewat wanginya. Aku tidak sengaja menghirup wangi itu dan aku duduk berjauhan, tapi mungkin pria itu memakai parfumnya terlalu berlebihan. Alhasil wanginya penuh mengisi ruang di angkot yang aku tumpangi.
Wangi itu, sangat familiar. Wangi yang sama yang dulu aku suka. Wangi segar dan maskulin. Meski bukan parfum mahal tapi aromanya bersahabat dengan hidung. Aku yang notabene tidak terlalu suka parfum tidak terlalu berkeberatan dengan wangi itu. Wangi yang mengingatkan aku pada seseorang yang aku sebut sebagai teman. Seseorang yang mengajarkanku hal-hal kecil secara tidak sengaja. Seseorang dengan teman lainnya yang menjadikan masa SMA ku berwarna.
Tapi bukan lebih kepada orang yang mempunyai wangi segar itu pikiranku berputar, melainkan pada kejadian lucu yang muncul gara-gara wangi orang itu. Kesukaanku pada wangi itu membuat seseorang rela berganti parfum beraroma sama. Membuat seseorang tanpa malu-malu bertanya pada temanku parfum apa yang dia pakai dan dimana bisa memperoleh parfum itu, bahkan sampai meminta untuk dibelikan. Lucu dan aneh karena bukan sifat orang itu yg dengan rela menjatuhkan harga dirinya untuk bertanya hal itu pada orang lain dan juga rela jadi bahan tertawaan teman-temanku yang lainnya. Hanya demi pengakuan kalau aku suka aroma tubuhnya.
Aroma segar dari parfum itu masih memenuhi angkot dan aku mulai tidak nyaman. Aku ingin segera turun agar tidak mencium wangi itu lagi dan menghilangkan kenangan-kenangan yang kini memenuhi otakku. Aku tidak suka. Aku mencoba menutup hidungku untuk mengahalangi masuknya wangi itu ke dalam rongga hidungku.
Dan aku menarik nafas lega, mencari aroma lain begitu kakiku melangkah keluar angkot. Aku berjalan dengan telapak tangan kiri menutupi mulut dan hidungku. Bukan untuk menghindari masuknya asap dan debu tapi aku menghirup wangi strawberi dari body butter yang aku gunakan. Karena aku ingin menghilangkan aroma yang sejak tadi menggangguku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar