Sabtu, 09 Februari 2013

Bukan Bunga Kertas Palsu

Bagiku tidak gampang mengenali siapa diri ini, mau apa, tertarik dengan apa dan bla bla bla ..
Pertanyaan-pertanyaan itu sering terlewat begitu saja. Aku terlalu "datar" menjalani hidup. Sedikit mimpi, bahkan terlalu takut bermimpi. Hidupku terlalu realistis, kata pegangan yang paling sering dirapalkan adalah "let it flow". Biarkan semua berjalan apa adanya. Seperti air yang selalu tahu kemana ia akan bermuara.

Tapi tidak untuk sekarang. Belakangan aku berpikir lebih. Bermimpi, menuliskannya, dan bergerak mewujudkannya. Aku tahu mau kemana. Dan walaupun air tahu harus kemana, tapi kalau tidak bergerak maka air akan menjadi diam, keruh, mengendap bahkan tidak akan sampai ke muara.
Aku mulai bergerak, menikmati hidup. Menuntun arah airku agar tetap mengalir jenih sampai ke lautan.

Dimulai menjadi diri sendiri. Aku tidak mau membuat orang lain senang terhadapku tapi dengan sebuah kepura-puraan. Awalnya sulit, karena menjadi terbuka berarti harus siap dengan pro dan kontra. Siap menerima deretan orang-orang yang mengernyitkan dahi dengan kehadiranku yang sebenarnya. Biarlah, ini diriku, dengan obsesi untuk selalu nenjadi yang terbaik dan bermanfaat untuk orang lain. Dapat menghadirkan kebahagiaan untuk semua orang. Baik itu yang suka ataupun yang tidak dengan keberadaanku.

Terus memperbaiki diri, menerima kritik dan saran siapapun sebagai katalisnya. Menutup telinga untuk cacian yang akan menjadikanku selektif dalam berkebaikan. Menjadi diriku apa adanya, dengan kesempurnaan luar biasa yang  Allah swt berikan. Bukan menjadi bunga kertas palsu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar