Seangkot dengan anak-anak SMP, membuat saya berfikir. Apa waktu sekolah dulu saya seberisik ini????
Kayaknya ga deh, karena saya kalau di angkot lebih senang melihat ke sisi jalan. lebih diam dibanding yang lain (baca:pembelaan.......^_^)
Tapi, ada yang menarik dari pembicaraan mereka. Salah satu dari mereka bilang,
"eh, kita ampe kapan ya kayak gini?. bisa bareng-bareng terus. Kalau kita pisah SMA masih bisa kumpul lagi, kuliah juga. Tapi, kalau sudah pada dewasa dan nikah tuh, masing-masing."
Temannya yang lain mwnjawab,
"ga kali, tergantung kitanya aja"
"Kebanyakan kayak gitu, nyokap gue juga. soalnya mereka sibuk ngurusin kerjaan, rumah, suami, anak. Jadi susah"
Sampai di situ percakapan mereka yang saya simak. Selebihnya saya sibuk sendiri dengan pikiran-pikiran yang muncul di kepala.
Rasanya pengen nangis, karena apa yang mereka bicarakan terjadi dengan saya dan orang-orang yang saya sebut sebagai teman/sahabat.
Apa yang mereka katakan ada benarnya, dengan alasan-alasan yang mereka kemukakan itulah yang mungkin menjadikan jarak antara saya dengan teman-teman menjadi semakin jauh. Komunikasi kita semakin hambar. Bahkan rasa rindu pun mengikis, hampir hilang.
Padahal, waktu kita selalu menghabiskan waktu bersama. berbagai macam rencana ke depan pernah kita bicarakan. Dan semuanya hanya wacana. Menurut saya.....
Tapi kembali itu adalah sebuah alasan, semua tegantung individu masing-masing, termasuk saya.
Satu hal yang pasti, dalam hati ini masih ada ruang yang penuh sesak terisi oleh nama dan kenangan tentang mereka.
Dan itu tidak bisa dipungkiri. Meski jauh, tak ada komunikasi, terlupakan oleh segudang aktivitas tapi rasa rindu itu masih muncul. Biarpun hanya sekejapan mata. Seperti saat ini.....
Di manapun kalian, dalam kondisi apapun, dan apapun sebutan kalian untuk saya. Kalian adalah teman, sahabat yang entah sampai kapan ....miss you all........
Tidak ada komentar:
Posting Komentar