Kangen dengan abah...
Kangen dengar suara ngajinya, yang bisa jadi alarm sekaligus penanda bagiku.
Dulu, sepagi ini suara lantunan surat Yasiin dan dzikir sudah terdengar. Karena memang abah setiap pagi selalu membacanya keras-keras. Dan itu seperti alarm bagiku.
Dulu ketika jadwal tidur berantakan karena tugas dan akhirnya berpengaruh dengan jam bangun tidur, suara abah yang menjadi alarm. Jadi, kalau suara beliau sudah terdengar itu artinya sudah ba'da shubuh. Kalau yang terdengar bukan lagi bacaan surat Yasiin tapi bacaan dzikir pagi, itu artinya sudah siang. Bahkan aku bisa menebak waktu tanpa melihat jam. Aku hapal betul jam berapa beliau mulai dan selesai. Karena beliau melantunkannya dengan irama yang sama setiap hari.
Dan setelah abah pergi, tidak ada lagi suara orang mengaji dengan keras tiap pagi. Seperti yang pernah abah bilang sebelumnya. Tidak ada lagi alarm dan penanda waktu kalau aku bangun lewat subuh.
Ya Allah, tempatkan abah ditempat yang layak di sisiMu. Terima semua amal ibadahnya. Ampuni segala dosanya. Kumpulkan abah bersama orang-orang sholeh. Dan izinkan aku dan abah serta keluargaku yang lain berkumpul lagi di surgaMu...aamiin
Miss you grandpa....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar