Tahukah kamu, aku memilihmu
Memilihmu diantara milyaran pria di dunia ini
Dan aku mau kamu tahu harapanku tentangmu
Harapanku sederhana
Sesederhana tatapanmu
Aku mau kamu yang datang ke rumahku
menemui orang tuaku dan memintaku
Aku mau kamu menjadi orang yang pertama aku lihat
ketika aku membuka mata
Menjadi orang terakhir yang aku pandang
ketika aku menutup mata
Aku ingin kamu yang menemaniku
disaat kuat dan rapuhku
disaat senang dan susahku
Sederhana bukan?
Aku masih terus berharap
tak mempedulikan apa yang ada
tak mengindahkan sinyal-sinyal yang memudarkan harapan
Berkali-kali aku menyerah
tapi sebanyak itu pula harapanku tumbuh
Mencoba untuk tahu diri
mengerti bahwa kamu cukup jauh
tapi sesaat itu pula aku yakin
kamu dekat, semakin mendekat
Dan kali ini
harapan itu membesar
seakan dekat dengan kenyataan
senyata kamu yang semakin dekat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar